ZTE Blade A711

ZTE Blade A711 (N939Sc) REVIEW

606

Memasuki tahun 2016, ZTE ikut dalam “perang” pasar smartphone di Indonesia dengan merilis ZTE Blade A711 pada akhir tahun kemarin. Dengan ukuran bodi yang jumbo, ZTE Blade A711 menawarkan sensor pemindai sidik jari dengan banderol harga yang terjangkau.

ZTE Blade A711

Teknologi fingerprint sensor semakin lazim digunakan oleh smartphone murah, padahal beberapa tahun sebelumnya teknologi ini hanya bisa kita jumpai pada smartphone flagship sekelas Samsung Galaxy S5 dan iPhone 5s. ZTE Blade A711 merupakan bukti bahwa perkembangan teknologi semakin pesat, dan semakin memanjakan semua pengguna smartphone. ZTE Blade A711 memiliki sensor sidik jari yang ditempatkan pada cover belakang.

Sensor tersebut diklaim aman, cepat, dan akurat, karena sudah ditest sebanyak 10 juta kali dan terbukti mampu mendeteksi sidik jari sangat cepat. Seperti apakah ulasan kami mengenai perangkat ini?

[nextpage title=”Design and Display”]

Hal pertama yang akan diperhatikan oleh konsumen saat melihat perangkat ini adalah ukurannya yang jumbo. Dengan ukuran layar 5,5 inci, ZTE Blade A711 bisa kita kategorikan ke dalam phablet. Tetapi tidak berarti ukurannya tersebut menjadi penghambat. Smartphone yang di negeri asalnya, Cina, disebut dengan ZTE N9393Sc ini dibebar dengan casing logam yang dicampur alumunium. Mulai dari bapian punggungnya hingga ke sekeliling bodi ZTE Blade A711, Anda akan merasakan sensasi dingin dari lapisan luarnya yang nyaman ketika digenggam. Bagian depannya dikombinasikan dengan kaca dan plastik sehingga akan terlihat mengkilat.

ZTE Blade A711

Berdimensi penuh 15.53 x 7.72 x 0.85 cm dengan bobot 160 gram, Blade A711 masih menyuguhkan sifat ergonomis saat digenggam dengan satu tangan. Kebetulan penulis memiliki ukuran tangan yang besar sehingga bodi jumbonya menjadi tidak masalah. Hal berbeda mungkin akan dirasakan oleh pembeli dengan ukuran tangan yang mungil. Keempat sudutnya menumpul dengan bezel metalik mengelilinginya. Pada bagian kanan Anda akan menemukan tombol Power dan volume. Uniknya, tombol Power berada di bawah tombol volume, bukan sebaliknya seperti yang kerap kita temukan pada perangkat smartphone lain. Hal ini bisa merepotkan mereka yang bertangan mungil ketika akan mengatur volume suara karena tombolnya jauh dari jangkauan jari.

Sementara itu, tombol kapasitif Home, Menu, dan Back disimbolkan dengan bentuk lingkaran dan titik, bukannya simbol seperti biasa. Kamera depan berukuran 5 MP terpatri di atas layat bersebelahan dengan sensor dan speaker. Port microUSB untuk mengisi daya ada di bagian kanan bawah, sedangkan di sisi kiri Anda akan menemukan slot untuk micro SIM dan kartu microSD.

Pada bagian punggung, ZTE Blade A711 menyediakan kamera utama berukuran 13 MP dengan LED Flash dan pemindai sidik jari. Bagian belakangnya ini mengingatkan kami pada perangkat iPhone 6 dan HTC One M9 karena hampir memiliki desain yang serupa. Selain terasa solid dan kokoh, backcase yang dimiliki oleh Blade A711 memberikan manfaat lain, yakni tidak mudah kotor. Berbeda dengan bagian depan yang menjadi magnet bekas sidik jari pengguna. Untungnya, bagian ini sangat mudah untuk dibersihkan.

Beralih ke bagian layar, Blade A711 membebat diri dengan layar berukuran 5,5 inci full HD. Sudut pandangnya terlihat jelas dari arah mana pun Anda melihatnya. Ketajaman dan kedalaman warna menjadi keunggulan utama layarnya ini di mana warna gelap dengan sangat jelas disuguhkan. Kerapatan piksel yang dimiliki oleh perangkat ini adalah 401 ppi, sangat baik menampilkan grafis yang menawan untuk ukuran smartphone yang dibanderol dengan harga Rp 2 jutaan. Blade A711 menggunakan antarmuka Nubia 3.0 dengan tampilan menu yang sederhana tanpa menyematkan drawer aplikasi.

[nextpage title=”Softwares and Camera”]

Untuk dapur pacunya, ponsel yang dilengkapi dengan Android Lollipop ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 615 berkecepatan 1.5GHz 64-bit yang dipadu dengan GPU Adreno 405, RAM 2GB dan internal storage 16GB. Bila intenal storage dirasa masih kurang, pihak ZTE menyediakan slot microSD yang mampu menampung hingga 128GB. Prosesor 64 bit membuat performa grafik 40% lebih baik, kinerja proses 100% lebih baik, dan 30% lebih hemat daya, dibandingkan prosesor 32-bit. 64-bit mendukung memori yang besar, maka ke depannya smartphone yang menggunakan prosesor ini bisa menjalankan aplikasi yang memerlukan kapasitas memori yang besar.

ZTE Blade A711

Di lain pihak, fitur andalan yang disajikan oleh Blade A711 adalah sensor fingerprint. Untuk fitur pemindai sidik jari miliknya, Anda bisa mengaktifkan lima sidik jari yang masing-masing untuk mengaktifkan aplikasi berbeda. Sehingga pengguna nantinya bisa dengan cepat saat ingin mengaktifkan aplikasi yang diinginkan. Pengenalan sidik jari yang terdapat pada ponsel ini cukup cepat dan akurat, sekaitar 0,5 detik. Menurut keterangan ZTE, teknologi sensor sidik jari ini sudah lulus uji tes sebanyak 10 juta kali.

Blade A711 menyematkan kamera utama sebesar 13 MP yang ditemani oleh kamera sekunder 5 MP. Meskipun kamera utamanya tersebut bukan yang terbaik di pasaran, produksi gambar yang disajikan oleh Blade A711 terbilang baik. Gambar fotonya memiliki tingkat akurasi warna yang tinggi dengan detail yang kaya. Terlebih ketika pemotretan dilakukan di ruangan terbuka yang cukup cahaya. Berbeda dengan hasil foto saat pengambilan gambar dilakukan di dalam ruangan dengan tingkat pencahayaan yang rendah. Anda akan melihat hasil foto yang gelap dengan noise yang sedikti kentara. Untungnya keberadaan LED Flash sangat membantu. Di sisi lain, kamera sekunder 5 MP-nya sangat baik. Foto selfie terlihat terang dan bersih.

Untuk menambah keunggulan kamera utamanya, Blade A711 menggunakan teknologi Camera NeoVision 5.0 yang menyajikan dua mode, yakni Simple dan Pro. Dengan mode Pro, pengguna bisa mengkreasikan hasil gambar sesuai dengan pengaturan manual, seperti manual white balance, ISO, fokus yang didukung juga oleh Macro Mode, dan High.

Dengan kata lain, teknologi tersebut memberikan pengalaman layaknya menggunakan kamera profesional. Performa autofocus yang ditawarkan oleh Blade A711 terbilang mumpuni. Fokus otomatis yang dimilikinya tersebut bisa mengunci objek dengan cepat. Tidak hanya mode Simple dan Pro, Blade A711 juga menyediakan beragam fitur untuk kameranya. Sebut saja Nubia Camera Family, yang berisi mode Multi Exposure, Light Painting, Special Effect, Panorama, Electronic Aperture, dan Star Track.

[nextpage title=”Performance”]

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ZTE Blade A711 menggunakan prosesor yang cukup cepat untuk dapur pacunya. Performa CPU Qualcomm Snapdragon 615, dengan RAM 2GB dan GPU Adreno 405 milik ZTE Blade A711 terbilang mulus dan lancar. Ketika membuka aplikasi dan beralih ke aplikasi lain, Blade A711 menawarkan kinerja multitasking yang lancar tanpa lag. Saat bermain game, kinerja serupa pun kami rasakan. Saat bermain Smurfs Run dan Need for Speed: No Limit, Blade A711 menyajikan performa yang baik. Saat bermain game bagian bodi belakang Blade A711 terasa memanas, meskipun hal ini kami anggap wajar.

ZTE Blade A711

Adapun Blade A711 didukung dengan Teknologi DTS sehingga menghasilkan suara menggelegar dan kejernihan suara yang tinggi menimbulkan sensasi suara yang mengelilingi layaknya mendengarkan audio di bioskop. Saat memutar film dan menonton video di YouTube, produksi suaranya juga terdengar renyah dan nyaring. Bahkan ketika volumenya diatur hingga level yang cukup maksimal. Di samping itu, fitur Equaliser DTS menyediakan skema profil effect (Bass, Treble), mode Movie/Music, Podcast serta volume Enhance guna meningkatkan kinerja suara via loudspeaker.

Untuk koneksi jaringan, ZTE Blade A711 didukung teknologi 4G LTE yang kompatibel dengan frekuensi 4G operator-operator di tanah air. Fitur sensor sidik jari pun bisa Anda gunakan sebagai shutter untuk kamera sehingga terasa efektif dan sangat membantu kala akan menghasilkan foto selfie. Di sisi lain, kapasitas baterai yang dijejalkan oleh ZTE Blade A711 terbilang perkasa.

Dengan baterai 3000mAh, perangkat ini bisa digunakan selama hampir 12 jam untuk penggunaan yang agresif seperti pemutaran musik dan film, pengambilan video dan foto, bermain game, berselancar di Internet dengan menggunakan Wi-Fi dan paket data, melakukan panggilan selama kurang lebih satu jam, serta memaksimalkan pencahayaan layar. Sedangkan untuk penggunaan standar, ZTE Blade A711 hampir bertahan seharian.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.