Xiaomi dan BP Batam Selenggarakan Supplier Investment Summit

374

Pemimpin teknologi global, Xiaomi, bersama dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), pada hari ini menyelenggarakan Supplier Investment Summit untuk pertama kalinya di Batam guna menjamu lebih dari 20 pemasok komponen smartphone global dengan misi untuk memberikan pemahaman tentang ekosistem manufaktur di Indonesia yang pada akhirnya dapat membantu mereka untuk mendirikan pabrik di Indonesia.

Steven Shi, Head of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager mengatakan: “Kami sangat senang dapat bekerjasama dengan BP Batam untuk menjamu para supplier global dalam kegiatan Supplier Investment Summit pertama di Batam. Melalui berbagai kegiatan yang berbeda di acara ini, kami yakin bahwa para supplier dapat melihat secara langsung besarnya potensi pasar serta memahami iklim investasi di Indonesia, dan khususnya di wilayah Batam.”

Pada tahun 2017, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mencatat nilai investasi sebesar lebih dari $1,15 miliar yang berasal dari 73 proyek di Batam tahun lalu. Apabila seluruh supplier komponen smartphone global yang hadir pada kegiatan ini membangun pabrik di Indonesia, nilai investasi yang dihasilkan dapat mencapai $315 juta dan pada saat bersamaan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi 10.000 orang.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala BP Batam menyambut baik para partisipan dalam gelaran forum bisnis tersebut. Ia mengatakan: “Supplier Investment Summit pertama yang diprakarsai oleh Xiaomi ini merupakan sebuah langkah penting dalam menyambut gelombang baru dari investasi asing yang diperkirakan akan memperkuat seluruh proses manufaktur smartphone lokal di Indonesia. Selain jumlah investasi dan lapangan pekerjaan, kita juga perlu mempertimbangkan bagaimana kegiatan ini dapat mempercepat laju transformasi Indonesia untuk menjadi salah satu negara dengan perekonomian digital terbesar di dunia.” Ia menilai ketersediaan infrastruktur, letak geografis yang strategis dan dukungan pemerintah dalam kemudahan perizinan investasi menjadikan Batam sangat siap sebagai tujuan investasi yang kompetitif baik di Asia maupun dunia. Salah satu dukungan BP Batam untuk memudahkan proses investasi asing telah terselenggara melalui program izin investasi 3 jam (i23j).

Selain Lukita Dinarsyah Tuwo dari BP Batam, acara pembukaan Supplier Investment Summit juga dihadiri oleh tamu kehormatan Mochammad Hadiyana (Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI). Kegiatan ini juga mencakup dua sesi presentasi mengenai kebijakan pemerintah terhadap investasi asing yang disampaikan oleh BP Batam dan jajaran pemerintahan kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai praktik dan kebijakan di Batam.

Pada awal tahun lalu, Xiaomi meluncurkan inisiatif ”Kami Buatan Indonesia”, yang memungkinkan perusahaan menghadirkan lebih banyak produk yang telah disesuaikan dengan kebutuhan lokal sehingga dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik secara menyeluruh. Saat ini, Xiaomi bekerjasama dengan PT Sat Nusapersada sebagai manufaktur lokal di Indonesia.

Acara ini akan berlanjut hingga Selasa (8/5) dimana para supplier akan mengunjungi Pelabuhan Laut Batu Ampar dan Bandara Kargo Hang Nadim untuk mengeksplorasi fasilitas logistik di Batam serta mengunjungi area industri Batam yang berlokasi di Batam Center dan Nongsa. Kunjungan tersebut akan memberikan akses langsung bagi para supplier untuk mengeksplorasi dan mempelajari peluang investasi, berbagai insentif yang ditawarkan oleh BP Batam dan pemerintah lokal, kebijakan investasi asing langsung, kebijakan Industri, dan berbagai kebijakan pemerintah lainnya yang diterapkan untuk investor asing di Indonesia.

Supplier Investment Summit merupakan acara pertemuan bagi para supplier komponen smartphone yang pertama kali diselenggarakan untuk memperkenalkan peluang investasi strategis di Batam. Pada acara tersebut, Steven Shi juga menambahkan bahwa Xiaomi akan terus bekerjasama dengan berbagai lapisan pemerintah di Indonesia untuk menciptakan kegiatan serupa agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar di Indonesia.

(ki-ka) Steven Shi, Head of Xiaomi South Pacific Region and Xiaomi Indonesia Country Manager bersama Abidin Hasibuan (Presiden Direktur PT Sat Nusapersada), Liu Di, Sourcing Director of Xiaomi, Yusmar Anggadinata (Deputi Perencanaan dan Pengembangan BP Batam), Mochammad Hadiyana (Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI), dan OK Simatupang (Ketut Himpunan Kawasan Industri Provinsi Kepri) berbagi misi mereka untuk memfasilitasi investor asing dengan menampilkan potensi pasar yang besar dan iklim investasi yang sangat baik di Indonesia, dan secara khusus di wilayah Batam kepada para supplier komponen smartphone global Xiaomi.

TAG