Whatsapp VS Berita Hoax. Pesan Terusan Dibatasi Setelah Terjadi Serangkaian Pembunuhan Di India

1181

Whatsapp sebagai aplikasi pesan pribadi untuk berkomunikasi dengan siapapun, telah menambahkan fitur-fitur baru, dan Whatsapp sendiri yang kini di miliki oleh Facebook mengatakan telah berhati-hati utuk mencoba dan menjaga hal-hal yang dianggap privasi, termasuk penyebaran berita atau informasi hoax.

Beberapa tahun yang lalu, Whatsapp yang telah menambahkan fitur untuk memungkinkan user meneruskan pesan ke berbagai banyak grup chat, namun pada tanggal 19 Juli 2018 kemarin Whatasapp telah melakukan test untuk membatasi user meneruskan pesan (Forward messages) seperti yang dilansir dari Blog Whatsapp.

Forwarded – Label pesan yang Anda terima merupakan pesan terusan

Whatsapp juga akan menunjukan kepada user mengenai label Forwarded (atau mungkin juga label disesuaikan dengan bahasa sesuai negara setempat) pesan mana saja yang Anda terima merupakan pesan terusan. Hal ini juga tentunya membantu Anda menentukan apakah teman atau saudara atau siapapun yang memberikan pesan langsung atau di grup menulis pesan asli atau hanya forwarded messages. Untuk bisa melihat label yang tertera di pesan whatsapp Anda harus mengupdate versi terbaru yang tentunya didukung oleh ponsel Anda.

India adalah negara pengguna Whatsapp terbanyak hingga 200 juta user dan juga yang paling banyak meneruskan pesan text, foto maupun video dibanding dengan negara lain di dunia. Whatsapp kini akan menguji dan rencananya akan membatasi hanya 5 chat pesan saja dan akan menghapus tombol quick forward yang ada disamping pesan.

Salah satu alasan mengapa pihak Whatsapp melakukan test uji pembatasan forward message, karena dalam dua minggu terakhir, berita hoax ini telah mengakibatkan serangkaian pembunuhan. Serangan terakhir minggu lalu, di mana satu orang tewas dan tiga lainnya luka serius, mendorong pemerintah India untuk mengirim peringatan kedua ke pihak WhatsApp dalam waktu kurang dari sebulan.

Dikabarkan pula oleh CNN, Pihak Whatsapp telah menerbitkan iklan satu halaman penuh di surat kabar India dengan tips untuk mengidentifikasi berita palsu.

Sebuah iklan penuh di bagian halaman belakang di salah satu surat kabar India yang menunjukan bahwa WhatsApp melawan informasi palsu, di New Delhi pada 10 Juli 2018./ CNN.com

Pemerintah India menganggap bawah Perusahaan (Whataspp) tidak melakukan banyak hal untuk memerangi “maraknya sirkulasi pesan yang tidak bertanggung jawab dalam volume yang besar,” kata Kementerian Teknologi India dalam sebuah pernyataannya.

“Adanya kebutuhan untuk membawa ketertelusuran dan akuntabilitas ketika pesan provokatif terdeteksi dan permintaan dibuat oleh lembaga penegak hukum,” tambahnya. “Ketika rumor dan berita palsu disebarkan, media yang digunakan untuk propagasi semacam itu tidak dapat menghindari tanggung jawab.”

Facebook telah berjuang selama berbulan-bulan untuk menangani pertanyaan tentang jenis konten yang diizinkan di situs web dan platform lain miliknya. CEO Mark Zuckerberg juga harus mengeluarkan klarifikasi minggu ini setelah adanya kemarahan atas komentarnya bahwa Facebook tidak perlu menghapus posting oleh beberapa penyangkal Holocaust.