Uber Turut Menggandeng E-Bike dan Skuter

571

Uber ingin Anda beralih dari mobil ke sepeda listrik dan skuter untuk perjalanan kota singkat. Perusahaan jasa transpotasi tersebut mengalihkan fokus terhadap sepeda listrik dan skuter ketimbang mobil untuk perjalanan dalam kota yang lebih singkat, menurut sang kepala eksekutifnya dalam sebuah wawancara.

“Selama jam sibuk, sangat tidak efisien untuk mengantar satu orang dengan mobil untuk jarak hanya 10 blok,” kata CEO Uber Dara Khosrowshahi kepada Financial Times dalam wawancara yang dipublikasikan Senin. “Kami dapat membentuk perilaku dengan cara yang dapat menguntungkan pengguna. Ini merupakan keuntungan satu kota. Meskipun mungkin, kabar buruk bagi pengemudi Uber. Tapi Dara Khosrowshahi mengatakan skuter listrik dan sepeda lebih masuk akal untuk perjalanan yang lebih pendek.

Keputusan menunjukkan Uber memanfaatkan tren baru yang meledak. Startup AS seperti Bird, Jump, Spin, dan Lime telah mengumpulkan miliaran modal usaha dengan menyewakan e-bike dan skuter untuk perjalanan singkat di kota. Tren ini sudah mulai terlaksana di Eropa dan sebagian kota London. Uber mengatakan Berlin akan menjadi kota Eropa pertama yang menjadi tuan rumah yang meluncurkan e-bikes-nya, kemudian akan diikuti oleh yang lain.

Pada bulan April, Uber juga telah mulai menawarkan sepeda ber-merk Jump dan bebagai skuter di kota-kota AS termasuk Washington, Denver dan New York, melalui aplikasinya. Perusahaan ini juga memenangkan rekomendasi untuk mengoperasikan skuter listrik di Santa Monica, California, dan juga salah satu dari 12 perusahaan yang berlomba-lomba untuk mendapatkan izin mengoperasikan skuter listrik di San Francisco.

FYI: Pada bulan April, San Francisco membatasi jumlah skuter yang diperbolehkan di kotanya, setelah penduduk mengeluh bahwa skuter -skuter tersebut membahayakan pejalan kaki dan memblokir tempat parkir dan akses kursi roda. Beberapa skuter juga rusak atau dibajak.

Uber diharapkan untuk go public pada 2019, tetapi Khosrowshahi mengatakan langkah ke arah skuter dan sepeda akan berdampak pada profitabilitas perusahaan untuk jangka pendek. Perusahaan akan mendapatkan lebih sedikit keuntungan karena menyewa skuter dan sepeda daripada mobil, tetapi ia percaya bahwa mereka akan mempromosikan keterlibatan jangka panjang dari pengguna Uber. Investor harus kehilangan jangka pendek untuk mencapai tujuan jangka panjang, katanya.

Hingga kini, Uber masih memberikan layanan ojeg dan mobil di Indonesia, namun ada baiknya jika Uber sepeda listrik dan skuter diterapkan di kota-kota metropolitan yang rentan kemacetan seperti Jakarta karena selain mengurangi polusi dan kemacetan, menjalankan sepeda listrik dan skuter membuat seseorang mau tidak mau melatih gerakan motoriknya dengan sedikit berolah raga.