Zalora Akan Dijual

Kurang Menguntungkan, Unit Bisnis Zalora Akan Dijual?

92

Beberapa hari lalu kita mendengar berita mengejutkan bagaimana Alibaba mengakuisisi Lazada yang dimiliki oleh Rocket Internet dengan nilai yang mencapai 1 milliar dolar. Anak perusahaan lain milik raksasa startup yang bermarkas di Berlin, Jerman, Zalora juga dikabarkan akan mengalami nasib serupa di mana sejumlah unit bisnis Zalora akan dijual.

Situs e-commerce yang fokus menjual barang-barang fesyen ini menghasilkan pemasukan USD 250 juta dan sempat bernilai USD 1,5 miliar seperti Lazada. Dilansir dari TechCrunch, unit bisnis Zalora akan dijual demi memangkas biaya produksi. Sebagai induk perusahaan, Rocket Internet membidik kawasan Asia Tenggara yang berpenduduk 550 juta jiwa sebagai pasar e-commerce yang menggiurkan ketika pertama kali membawa Lazada dan Zalora ke wilayah ini tahun 2012 lalu. Baik Zalora maupun Lazada memprediksi pemasukan yang besar dari Asia Tenggara terutama karena ketiadaan Amazon dan eBay di daerah ini. Pun demikian, kedua perusahaan ini malah buntung dikarenakan target awal yang agresif serta pertumbuhan pasar yang rendah.

Di Indonesia situs e-commerce ini berada di bawah naungan dan dikelola oleh PT Fashion Eservices Indonesia. Bersama dengan unit bisnis The Iconic yang fokus menjual barang-barang fesyen di Australia, Zalora tersebar di 11 negara asia Pasifik, termasuk Indonesia, Taiwan, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Australia. Berdasarkan sumber yang dikutip dari TechCruch, beberapa unit bisnis Zalora akan dijual dan kemudian akan fokus pada negara-negara yang memberikan profit menguntungkan. Pangsa pasar Thailand dan Vietnam tidak termasuk ke dalam negara yang memberikan untung signifikan.

Baca Juga: Lazada Resmi Diakuisisi Alibaba

Konglomerat lokal di Negeri Gajah Putih setuju untuk membeli Zalora Thailand dengan nilai hanya USD 10 juta meskipun kesepakatannya belum mencapai titik akhir. Hal serupa mungkin terjadi di Vietnam mengingat tahun lalu Rocket Internet juga menjual salah satu anak perusahaan mereka di negara ini, Foodpanda Vietnam. Kabar unit bisnis Zalora akan dijual di beberapa wilayah sepertinya menandakan pangsa pasar Asia Tenggara bagi pelaku bisnis e-commerce tidak lagi begitu menggiurkan. Rakuten dari Jepang juga menghentikan bisnisnya di wilayah ini dengan menjual unit bisnis Rakuten Thailand, sedangkan seperti yang kita ketahui Alibaba baru saja membeli mayoritas saham Lazada.

Asia Tenggara memang pasar yang manis. Dengan penduduk yang melebihi setengah miliar jiwa, kawasan ini sama menggiurkannya seperti China dan India. Sayangnya, penjualan online yang hanya mencapai 3% ditambah dengan logistik yang tidak konsisten serta budaya yang berbeda membuat pasar ini jauh lebih menantang bagi para pelaku bisnis e-commerce. Faktor-faktor tersebut membuat haluan bisnis Rocket Internet pun berubah arah. Diumumkan pada akhir tahun lalu, mereka merilis unit bisnis baru bernama ZenRooms yakni sebuah jaringan hotel dengan harga terjangkau bagi para pelancong di Asia Tenggara.

Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh Rocket Internet, pemasukan Zalora meningkat sebesar 78% menjadi USD 234 juta pada tahun 2015 lalu. Tetapi kerugian bersihnya meningkat sebanyak 36% menjadi USD 105 juta. Seperti Lazada, Zalora juga sudah ditawarkan kepada beberapa investor dan pembeli potensial. Pun begitu, sampai sekarang belum ada pembeli yang jelas seperti halnya Alibaba yang mengambil alih Lazada.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.