XL Buku

Sukses Lakukan Merger dan Akuisisi Axis, XL Luncurkan Buku Inspiratif

30

Pengakuisisian dan Merger terhadap Axis yang dimulai sejak 2012, diakui XL bukanlah hal yang mudah. Banyak rintangan serta tahapan yang harus dilalui pihaknya, hingga XL Axiata remsi menjadi pemegang saham mayoritas dari Axis Telekom Indonesia pada 2014 lalu. Kisah panjang mereka pun dirangkum menjadi sebuah buku yang diakuinya inspiratif.

Berlangsung di Gedung PPM Manajemen, Jakarta (14/4), berkat tangan dingin tim PPM Manajemen, alhasil meluncurlah buku kisah akuisisi XL atas Axis, dengan judul “Sukses Merger XL-Axis, 70% Merger & Akuisisi Gagal! Bagaimana XL-Axis Bisa Berhasil”.

XL Buku

Dian Siswarini, CEO XL Axiata mengakui, proses merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis bukanlah hal yang mudah.

“Akhirnya, buku ini jadi juga. Panjangnya perjalanan dari akuisisi dan merger yang kami lakukan, juga membuat buku ini baru selesai setelah 2 tahun lamanya,” ucap Dian Siswarini, CEO XL Axiata. “Memang, proses merger dan akuisisi adalah hal yang biasa terjadi di tengah-tengah kepadatan industri bisnis saat ini. Namun, dari sekian banyaknya pelaku indsutri yang melakukan hal tersebut, hanya 30% saja yang berhasil.”

Buku tersebut diakui berisi kisah panjang proses merger dan akuisisi yang dilakukan XL terhadap Axis. “Proses yang kami untuk mendapatkan Axis sangatlah panjang. Selain harus menghadapi berbagai persoalan administratif, juga harus sinkron dengan segala regulasi yang berlaku. Ditambah lagi, merger dan akuisisi dua buah operator adalah hal yang baru di Indonesia,” tutur Dian.

Buku tersebut bisa lahir karena disusun oleh tim PPM Manajemen. “Segala lika-liku proses yang kami lalui bisa hadir dalam sebuah buku, berkat tim PPM Manajemen yang menyusunnya. Mereka juga lah yang mewawancarai hampir semua figur kunci yang terlibat dalam proses merger, termasuk juga para narasumber dari regulator, Axiata, Saudi Telecom Corp sebagai pemilik Axis, serta tentunya manajemen XL yang terlibat langsung,” terangnya.

Bahasa yang mudah dimengerti menjadi poin yang dielu-elukan oleh Dian, karena buku tersebut juga ditujukan kepada kalangan non bisnis. “Buku yang terbagi menjadi 11 bab ini memiliki bahasa yang mudah dimengerti. Karena memang, kami ingin agar buku ini dapat dibaca oleh mereka dari kalangan non bisnis juga.”

Buku ini diakui menggambarkan segala proses yang beruntun, mulai dari saat penetapan target, due diligence, negosiasi, pencapaian persetujuan, lalu perencanaan, pelaksanaan integrasi, sampai terakhir tahap evaluasi dalam menyelaraskan integrasi. “Segala proses yang kami alami di rangkum ke dalam sebuah buku, berhalaman 192 lembar,” tambahnya.

Dian mengaku, buku ini nantinya akan dibagikan ke berbagai kalangan yang terkait dengan industri telekomunikasi agar pelajaran dan pengalaman keberhasilan proses merger XL-Axis bisa bermanfaat bagi kalangan-kalangan tersebut.

“Kami berharap, buku ini dapat menjadi dasar bagi perusahaan-perusahaan lain yang ingin melakukan merger dan akuisisi,” tutup Dian.




Leave a Reply

Your email address will not be published.