Samsung Galaxy S6 edge+

Samsung Galaxy S6 edge+ REVIEW

303
Tidak hanya berukuran lebih besar, Galaxy S6 edge+ pun dibekali beberapa fitur baru yang tidak terdapat pada pendahulunya, S6 edge.

Empat bulan setelah merilis Galaxy S6 edge, Samsung meluncurkan S6 edge+ yang, bisa dibilang, merupakan produk “serupa tapi tak sama”. Keduanya sama-sama menerapkan teknologi display Edge—layar lengkung yang melingkupi sisi kiri dan kanan—dan ditenagai oleh prosesor supercepat octacore yang identik. Meskipun demikian, sebagai sebuah produk penerus, S6 edge+ mengusung beberapa hal baru yang membedakannya dari S6 edge.

[nextpage title=”Design and Display”]

Perbedaan pertama—dan ini yang paling kasat mata—adalah ukuran fisik. Dengan dimensi 154,4 x 75,8 x 6,9 mm, Galaxy S6 egde+ memiliki ukuran bodi yang lebih besar daripada S6 edge (142,1 x 70,1 x 7 mm). Sejalan dengan itu, bobot S6 edge+ pun otomatis lebih berat daripada S6 edge (153 gr berbanding 132 gr). Meskipun dimensinya bertambah besar dan bobotnya semakin berat, namun Samsung berhasil membuat profil S6 edge+ sedikit lebih tipis dari pendahulunya.

Dari sisi desain, tidak ada yang berbeda antara S6 edge+ dan S6 edge. Kedua smartphone ini memiliki tampilan eksotis dengan layar lengkung di bagian sisi kiri dan kanan. Material pendukung bodinya merupakan kombinasi kaca dan logam. Sayangnya, permukaan kaca smartphone ini bagaikan magnet bagi sidik jari. Akibatnya, ia menjadi lekas kotor, dan Anda pun harus sering-sering membersihkannya.

Samsung Galaxy S6 edge+

Hampir semua fitur yang ada di S6 edge dapat Anda temukan juga pada S6 edge+, yaitu sensor sidik jari, sensor detak jantung, port micro-USB 2.0 untuk pengisian daya cepat, dan pengisi daya nirkabel bawaan. Penempatan port serta tombol pun tidak ada yang berubah—tombol power di sisi kanan, tombol volume di sisi kiri, slot kartu SIM di sisi atas, dan jack headphones di sisi bawah. Satu fitur yang luput adalah pemancar gelombang inframerah yang pada S6 edge ditempatkan di sisi atas.

Apa yang membuat tampilan S6 edge+ terlihat cantik adalah layar lengkungnya yang berjenis Super AMOLED berukuran 5,7 inci—berbanding 5,1 inci milik S6 edge—dengan resolusi 1440 x 2560 (Quad-HD) dan kerapatan piksel mencapai 518 pixels per inch (ppi). Meskipun kerapatan pikselnya lebih rendah daripada S6 edge (577 ppi), namun gambar yang ditampilkan layar tetap terlihat tajam dan detail.

Berdasarkan pengujian, tingkat iluminasi atau pencahayaan layar S6 edge+ tercatat di angka 503 nits—lagi-lagi, angka ini lebih rendah daripada hasil pengujian S6 edge (554 nits). Meskipun demikian, tingkat visibilitas ruangannya tetap bagus, bahkan ketika digunakan di bawah paparan sinar matahari langsung, dan dengan dimanfaatkannya teknologi AMOLED, layar mampu memberikan sudut tampilan yang lebar.

Samsung Galaxy S6 edge+

Terlepas dari spesifikasi teknis dan angka-angka benchmark hasil pengujian, layar dengan kedua sisi lengkung inilah yang membuat S6 edge+ tampak unik dan berbeda di antara smartphone merek lain yang ada di luar sana. Lengkungan kurvanya luwes, tidak seperti layar Galaxy Note Edge—smartphone Samsung yang juga mengusung teknologi layar Edge—yang cenderung lebih kaku.

Sama seperti pendahulunya, kurva lengkung pada kedua sisi layar S6 edge+ ini bukan sekadar pemanis tampilan, tapi juga memiliki fungsi khusus karena Samsung telah membekalinya dengan dua fitur unik.

[nextpage title=”Interfrace”]

Android versi 5.1.1 Lollipop dipilih sebagai sistem operasi dan didukung oleh antarmuka pengguna TouchWiz termutakhir buatan Samsung. Secara garis besar, ini sama seperti apa yang diusung oleh pendahulunya, S6 edge. Efek semisal paralaks dengan wallpaper, tema-tema yang bisa diunduh, mode satu tangan, dan multijendela untuk multi-tasking. Apa yang berbeda di sini adalah bentuk ikon yang lebih membulat dan disertakannya dua fitur baru yang berkaitan dengan layar lengkungnya.

Samsung Galaxy S6 edge+

Fitur baru yang pertama adalah Apps Edge. Ini adalah panel baru yang letaknya di area yang sama dengan People Edge, jadi Anda cukup men-swipe untuk mengaksesnya. Dari sini, Anda bisa menjalankan satu dari lima aplikasi terpilih dengan cara men-tap ikonnya. Pada dasarnya, ini adalah cara lain untuk multi-tasking, dan cukup bermanfaat karena tab-nya bisa diakses setiap saat. Kemudian fitur baru yang kedua adalah Edge Screen Position yang bisa diakses dari pengaturan layar edge. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengubah letak tab, tidak hanya terbatas di sisi kiri atau kanan, tapi juga di sepanjang bagian sisi. Untuk memudahkan akses, posisikan tab di area yang mudah dijangkau oleh ibu jari Anda.

Selain kedua fitur baru tersebut, fungsi-fungsi terdahulu yang sebelumnya sudah ada pada layar lengkung S6 edge pun tetap bisa Anda nikmati, yaitu aliran informasi yang bertindak sebagai notifikasi untuk memperlihatkan beberapa konten khusus, cahaya sisi yang menghasilkan tampilan warna-warni pada saat salah seorang kontak menelepon—dengan catatan, smartphone diletakkan dengan posisi layar menghadap ke bawah—dan People Edge yang menyediakan akses cepat ke beberapa kontak tertentu.

[nextpage title=”Camera”]

Samsung adalah salah satu perusahaan yang menawarkan kemampuan kamera terbaik pada Android, dan ini bisa Anda buktikan melalui S6 edge+.

Sama seperti pendahulunya, S6 edge+ dibekali kamera belakang berkekuatan 16-megapixel dan kamera depan 5-megapixel. Sensor yang digunakan berukuran 1/2,6 inci (salah satu yang terbesar pada Android) dengan 1,1 micron pixel, sementara lensanya memiliki aperture f/1,9. Secara teknis, kombinasi ini akan menguntungkan Anda ketika melakukan pengambilan gambar di lingkungan rendah cahaya.

Pada lini smartphone Galaxy S6—termasuk S6 edge dan S6 edge+ ini—Samsung memperkenalkan jalan pintas untuk menjalankan aplikasi Camera, yaitu dengan menekan tombol Home dua kali. Aplikasi Camera pada S6 edge+ memiliki dua mode utama: mode otomatis dan mode Pro manual. Mode yang disebut belakangan memungkinkan Anda untuk mengontrol kecepatan shutter serta mendukung pemotretan dalam format RAW. Di samping dua mode tersebut, tersedia juga mode-mode lain seperti HDR, Panorama, Selective Focus, Slow Motion, Fast Motion, dan Virtual Shot.

Samsung Galaxy S6 edge+

Fitur baru yang tersemat pada kamera smartphone ini adalah Video Collage yang memungkinkan Anda untuk membuat kolase dengan menggunakan cuplikan-cuplikan video, dan mode YouTube Live Broadcasting. Konsepnya sama seperti Periscope, layanan streaming video milik Twitter yang memungkinkan Anda untuk melakukan tayangan langsung melalui YouTube dengan menggunakan kamera depan atau belakang. Ini adalah cara yang berbeda untuk berbagi konten video, karena yang dihasilkan adalah tautan yang bisa dibagi melalui akun media sosial, di mana pengguna bisa melihat tayangan langsung secara real time. Meskipun ada interaksi pesan melalui situs Web YouTube, namun tidak ada cara untuk melihat atau berinteraksi dengan pesan-pesan tersebut melalui aplikasi Camera.

Berbicara mengenai kualitas, kamera S6 edge+ mampu menghasilkan gambar memukau yang kaya akan warna dan detail. Perpaduan antara peranti keras dengan aplikasi Camera mampu menciptakan kinerja yang cepat, dan disertakannya opsi penstabil gambar optik membantu mengurangi efek buram yang diakibatkan oleh tangan yang gemetar. Hasil pemotretan terbaik didapat ketika kondisi pencahayaan ideal—seperti di luar ruangan atau di malam hari dengan sumber cahaya yang memadai. Detail gambar terlihat bagus dan reproduksi warnanya akurat.

Hampir semua kamera smartphone akan menghasilkan gambar yang terlihat gelap dan penuh dengan noise ketika digunakan di kondisi rendah cahaya. Pada S6 edge+, permasalahan ini dapat sedikit teratasi berkat penggunaan lensa f/1,9 yang mampu menangkap lebih banyak cahaya. Gambar yang dihasilkan terlihat cukup terang dan detailnya pun masih tampak jelas, meskipun sedikit terganggu oleh noise yang muncul.

Kabar baik bagi para pecinta selfie. Kamera depan S6 edge+ mampu menghasilkan gambar yang cukup bagus—asalkan didukung oleh pencahayaan yang cukup. Dengan lensanya yang bersudut lebar, kamera bisa memotret sekumpulan orang dalam sekali bidik. Tidak hanya itu, tersedia juga beberapa tool pengeditan yang bisa Anda atur secara real time.

[nextpage title=”Performance”]

S6 edge+ mempekerjakan peranti keras pemrosesan yang sama seperti varian Galaxy S6 lainnya, yaitu chip sistem Exynos 7420, kepingan silikon yang dibuat dengan menggunakan proses FinFET 14 nm di pabrik Samsung.

Exynos 7420 adalah chip berinti delapan dengan empat inti Cortex A57 yang berjalan pada kecepatan 2,1 GHz, dan empat inti A53 yang berkecepatan 1,5 GHz. Pada S6 edge+, prosesor ini didukung oleh RAM berkapasitas 4 GB—berbeda dari S6 edge yang “hanya” 3 GB. Sayangnya, bertambahnya kapasitas RAM ini tidak dibarengi dengan peningkatan kinerja yang signifikan. Ini terlihat dari skor benchmark AnTuTu hasil pengujian: 69300 (S6 edge+) berbanding 69032 (S6 edge).

Samsung Galaxy S6 edge+

Dengan dukungan GPU Mali-T760MP8, S6 edge+ dapat dengan mudah menangani game-game 3D intensif. Tampilan grafisnya di-render dengan halus, dan kecepatan frame terlihat stabil tanpa ada gejala patah-patah. Untuk berselancar di dunia maya, S6 edge+ adalah perangkat yang tepat. Selain layarnya yang luas, smartphone ini pun sudah didukung oleh konektivitas 4G LTE. Perpaduan keduanya yang digabungkan dengan peranti keras pemrosesan yang gegas tak pelak lagi akan menciptakan pengalaman Internet yang menyenangkan.

Sebagai media penyimpanan data, Samsung menawarkan S6 edge+ dalam dua varian memori internal, yaitu 32 GB dan 64 GB. Meskipun tergolong lega, Anda tetap harus cermat memanfaatkannya karena S6 edge+ tidak dilengkapi dengan slot ekspansi kartu memori.

Dengan ukuran bodi yang besar, S6 edge+ pun dilengkapi dengan baterai yang berkapasitas besar, 3000 mAh—lebih besar daripada S6 edge (2600 mAh). Berdasarkan hasil pengujian, skor benchmark-nya adalah 9 jam 32 menit, berbanding 8 jam 15 menit yang dicatat oleh S6 edge. Dengan fitur rapid charging, pengisian daya baterai hingga penuh hanya memakan waktu sekitar 80 menit. Ini cukup mengejutkan mengingat S6 edge, yang menggunakan baterai berkapasitas lebih kecil, membutuhkan waktu 83 menit untuk mengisi ulang daya hingga penuh.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.