Portrait Photography Techniques You Possibly Never Knew Improve your photos of people with our quick and easy camera techniques

259

Potrait photography atau fotografi potrait adalah fotografi tentang seseorang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian, dan mood subjek bersangkutan. Sama seperti tipe potrait lainnya, fokus utama fotografi ini adalah wajah seseorang, meskipun keseluruhan postur tubuh dan latar belakang atau konteks kerap diikutsertakan pada pemotretan ini.

Sharbat Gula was around 12 years old when photographer Steve McCurry took her picture. “It was this piercing gaze,” McCurry says. “A very beautiful little girl with this incredible look.”

  1. Focus on the eyes

Mata memang menjadi daya tarik utama dalam fotografi potrait, tetapi mata yang tajam adalah yang menjadi kunci utamanya. Anda bisa membidikkan lensa untuk fokus pada mata dengan memilih titik AF yang diposisikan ke salah satu mata model pemotretan Anda. Selain teknik ini Anda juga bisa menggunakan titik fokus tengah guna mengunci fokus di mata mereka. Setelah siap, lepas shutter setengah ditekan untuk menjaga pengaturan kuncian fokus dan menyusun ulang bidikan Anda sebelum kamera mengambil gambar.

  1. Using a standard or telephoto lens

Lensa-lensa bersudut lebar merupakan pilihan terbaik untuk memotret potrait lingkungan di mana Anda ingin menampilkan seseorang di dalam konteks yang jelas. Pun begitu, lensa-lensa bersudut lebar yang digunakan secara close-up akan mengaburkan guratan-guratan wajah si subjek sehingga bisa menghasilkan gambar yang kurang menarik. Pilihan lain yang jauh lebih baik adalah dengan menggunakan lensa standar atau telephoto. Panjang focal atau kamera full-frame yang tepat adalah 50mm, lensa prime 85mm, dan sebuah lensa zoom 70-200mm. Lensa-lensa tersebut akan membantu Anda melahirkan ekspresi wajah yang lebih hidup dan alami.

In this Friday, Jan. 24, 2014 photo, Afghan refugee girl, laiba Hazrat, 6, poses for a picture, while playing with other children in a slum on the outskirts of Islamabad, Pakistan. For more than three decades, Pakistan has been home to one of the world’s largest refugee communities: hundreds of thousands of Afghans who have fled the repeated wars and fighting their country has undergone. Since the 2002 U.S.-led invasion of Afghanistan, some 3.8 million Afghans have returned to their home country, according to the U.N.’s refugee agency. (AP Photo/Muhammed Muheisen)

  1. Use Aperture Priority mode

Aperture Priority memberikan Anda kendali penuh pada bukaan, dan sebagai hadil dari depth of field (DOF). Lensa-lensa prime yang cepat seperti 50mm f/1.4 dan 85mm f/1.2 memungkinkan Anda memilih bukaan yang sangat lebar untuk DOF yang dangkal. Proses tersebut bisa membantu Anda menciptakan latar belakang halus yang out of focus yang bisa memberikan kualitas foto potret profesional. Akan tetapi, mengandalkan ketajaman yang sempit mengharuskan Anda untuk memilih titik fokus yang akurat.

  1. Using window light

Anda tidak memerlukan studio foto mahal dengan teknik pencahayaan mumpuni guna menghasilkan foto potret yang luar biasa, yang Anda perlukan hanyalan sebuah jendela dan reflector. Posisikan model Anda di salah satu sudut dekat jendela dan gunakan reflector putih atau perak guna membuka bayangan di sepanjang wajah mereka. Reflector perak bisa memberikan Anda kualitas cahaya yang lebih jernih kerimbang reflector putih.

  1. Photographing children

Mengambil potret anak-anak sangat menyenangkan, tetapi sangat menantang. Pertama-tama buat sesi pemotretan berdurasi pendek dan semenyenangkan mungkin. Bermainlah dengan mereka, tanyakan apakah mereka bisa melihat refleksi wajah mereka di lensa depan sehingga Anda bisa melihat kontak matanya. Cocokkan lensa bersudut lebar dan ambil gambar tanpa melihat, mencolek wajah mereka. Biarkan mereka terbiasa dnegan suara shutter dan tidak perlu melihat ke sumber suara, kemudian tersenyum.

  1. Continous mode

Memotret anak-anak yang sedang main bola, berlarian atau bermain lompat tali membutuhkan kecepatan. Gunakan shutter priority, set shutter yang cepat. Lalu ubah mode ke continous mode.

 

  1. Group potrait photography

Anda akan menyesalinya jika tidak, arahkan fokus di muka orang yang terdekat dengan kamera. Kalau andamengarahkan fokus di tempat lain, biasanya wajah orang terdekat akan sedikit tidak fokus jika kita menggunakan aperture besar.

  1. Family photo posing ideas

Saat akan memotret satu keluarga, pikirkan bagaimana pengaturang orang-orang tersebut yang bsia menceritakan hubungan antara anggota keluarga. Ide sederhananya adalah dengan menempatkan tekanan pada keluarga patrilineal atau matrilineal, atau anggota pendatang baru. Dengan mengelompokkan sisa anggota lainnya di sekeliling mereka, Anda bisa menciptakan titik focal yang jelas. Di lain pihak, untuk foto keluarga dengan anggota yang jauh lebih banyak, gunakanlah furnitu rumah tangga.

  1. Candlelight potraits

Ketika Anda mengambil foto dengan cahaya lilin, Anda harus mengatur ISO hingga ke 1600 dan di atasnya serta memasang bukaan yang lebar jika Anda bisa mendapatkan shutter speed yang cukup cepat guna membekukan segala gerakan yang dihasilkan oleh model Anda, kameranya sendiri atau nyala api lilin tersebut. Matikan flash kamera Anda dan gunakan mode exposure Manual. Jika akan mengambil foto secara potrait, gunakanlah lebih dari satu lilin.

  1. Check the eyelashes

Agak susah mengecek tajam tidaknya foto dari LCD kamera, tapi tetap bisa dikerjakan. Perbesar foto semaksimal mungkin lalu scroll ke arah bulum mata atau alis. Kalau anda bisa melihat masing-masing bulu mata terlihat tajam berarti foto Anda akan super tajam.

 




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.