TV pintar

5 TV Pintar Bertarung: Siapa Tercerdas, Siapa Kalah Tangkas?

409

Di samping hingar-bingar dunia smartphone yang semakin menjadi-jadi, siapa yang bisa menyangkal kalau televisi sudah menjadi produk wajib yang harus ada di setiap rumah? Selain untuk menonton berbagai tayangan dari seluruh dunia, kini televisi telah berevolusi menjadi media interaktif yang pintar. Dikenal dengan sebutan Smart TV atau TV Pintar.

TV pintar

Sistem TV pintar ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1994, lebih dari satu dekade lalu. Konsepnya sendiri hingga saat ini masih terus berkembang, beberapa telah memiliki toko aplikasi sendiri, antarmuka interaktif, jejaring sosial, dan sejumlah fitur canggih lainnya. Dan jika Anda tengah mempertimbangkan untuk membeli salah satunya, mungkin bukan hanya untuk menonton pertandingan final Liga Champions UEFA 2016 yang akan datang, maka ada begitu banyak TV pintar yang tersebar di pasaran. Tambah bingung, bukan?

Setiap perusahaan TV raksasa yang menjual produk TV kini menjual jajaran TV pintar dengan beragam kategori. Bagi Anda yang masih newbie dengan produk ini kemungkinan akan kelabakan dan kebingungan. Meskipun Anda membeli TV yang pintar berharga mahal, belum tentu produk tersebut adalah Smart TV. Untuk membantu Anda memilih, Gadget+ menyajikan rubrik Features yang membahas tentang sejumlah Smart TV yang terdiri atas LG 55UB850T, Samsung UA55HU9000W, Sony Bravia KD-55X9004A, Panasonic TC-58AX800U, dan Toshiba 58L9300U dalam konsep perbandingan melalui poin-poin seperti layar, konektivitas, fitur pintar, koneksi internet dan sebagainya.

Semoga Anda bermuara pada satu pilihan TV yang bisa membawa Anda menonton final Liga Champions UEFA di ruang keluarga serasa di negeri samba.

[nextpage title=”Design”]

Desain dan layar menjadi dua faktor penting yang harus secara matang dipertimbangkan sebelum kita memilih sebuah TV pintar. Tidak berlebihan rasanya kalau dikatakan televisi merupakan salah satu produk elektronik yang juga berfungsi sebagai penghias rumah. Artinya, ada begitu banyak produk Smart TV yang berbondong-bondong mengunggulkan segi desainnya.

Jika berbicara masalah desain, maka kelima televisi yang akan kita bicarakan ini memiliki keunikannya masing-masing. Tengok saja Sony Bravia KD-55X9004A yang didesain dengan spektakuler. Kerangka hitam legam yang fituristik mengelilingi bagian sisinya dengan cantik, sedangkan kerangka terbuka mirip alumunium yang melingkar menjadi “kaki” untuk televisi berukuran 55 inci ini. Hal lain yang juga menarik perhatian mata dari TV ini adalah sebuah kotak Intelligence Centre yang muncul dari permukaan sisi bagian bawah dan berisi chip pemrosesan-uber yang tangguh. Tidak ingin kalah, TV pintar keluaran LG yang baru saja diluncurkan pada bulan Mei lalu, LG 55UB850T juga mengusung desain yang megah nan modern.

TV pintar

TV pintar yang ditenagai oleh WEBOS serta tersedia dalam dua ukuran, yakni 49 dan 55 inci melapisi keempat bagian sisi depannya dengan balutan yang warna hitam yang glossy dan vibrant. Uniknya, Anda akan melihat sisi-sisi layarnya dibungkus oleh lapisan lain yang berwarna perak. Sementara beralih ke bagian bawahnya, Anda akan melihat sisinya kemudian membentuk membentuk lengkungan mungil logo LG yang ditopang oleh kaki meliuk di kedua sisinya yang mirip besi serta estetik, Dari kejauhan, Anda akan melihatnya seolah-olah melayang.

Di lain pihak, Samsung UA55HU9000W memiliki tim desain yang unik, inovatif dan revolusionar. Dengan bentuk yang curved atau melengkung, TV dilapisi oleh lapisan berwarna hitam dengan lapisan luar keperakan. Dengan desain Aero Curved, penonton diklaim akan mendapatkan pengalaman menonton yang menakjubkan. Hal menarik adalah kaki penyangganya yang mengkilap bergaya Aero dengan bentuk yang tajam yang akan membuat desain TV-nya seolah mengambang.

Berbanding lurus dengan produk dari Panasonic, TC-58AX800U yang mengusung desain yang menarik karena beberapa hal. Pertama adalah bezel metalik keperakan yang ramping; bagian belakang yang tipis; dan panel transparan bersinar yang muncul dari bagian dasar TV. Semua desainnya ini bergabung dan menghasilkan tampilan yang cantik.

Terakhir adalah Toshiba 58L9300U yang hadir sebagai entri paling kecil di jajaran TV UHD 4K dari Toshiba. Meskipun begitu, seri L9300 ini memiliki desain metal langsing dengan sebuah dudukan yang selaras dengan desain keseluruhannya. Bezel hitam yang tipis berukuran kurang dari satu inci, tetapi memang lebih tebal ketimbang kebanyakan bezel yang ada pada model-model TV sejenis lain.

Panel layarnya didukung juga oleh dua pilar yang datang dari tiap sisi kaki penyangganya yang berbentuk kotak. Hasilnya adalah tampilan yang menarik mata siapapun yang melihatnya. Dilihat dari desain kelima produk yang kita perbandingkan ini, semuanya bisa dikatakan equal atau seimbang di mana tiap-tiapnya menyuguhkan keunikan dan keeleganan masing-masing.

[nextpage title=”Display”]

Teknologi yang dibenamkan dalam fitur layar adalah sebuah keharusan. TV menampilkan gambar dan audio dari seluruh dunia. Apa artinya sebuah TV pintar jika tidak memiliki layar yang mumpuni?

Produk terbaru dari LG, 55UB850T, menanamkan layar beresolusi 3840×2160 p Ultra HD dengan jumlah piksel sebanyak 8.3 juta sehingga masuk dalam kategori TV pintar 4K. Artinya, melaluki sajian gambar yang luar biasa pengalaman menonton akan lebih nyaman, bahkan jika Anda melihatnya dalam posisi yang berjarak dekat. Sama halnya dengan Sony KD-55X9004A yang tentunya beresolusi serupa sebagai sebuah TV 4K, yakni 3840×2160.

TV pintar

Begitu pun dengan Toshiba 58L9300U, Panasonic TX-L55WT65 dan Samsung UA55HU9000W yang ada pada jajaran yang sama. Perlu diketahui, resolusi Ultra HD berarti Anda akan dapat melihat tayangan dengan tingkat detail dan kejernihan yang luar biasa. Jika semuanya menggunakan teknologi yang sama, maka pertanyaan logisnya adalah apa bedanya?

Melalui TC-58AX800U, Panasonic mengklaim kejernihan gambar yang dihasilkan oleh TV pintar seri 4K-nya lebih tinggi sebanyak empat kali ketimbang resolusi piksel standar Full HD. Adalah Studio Master Drive yang ada di balik klaim Panasonic tersebut. Teknologi yang baru dikembangkan ini mampu mereproduksi warna yang lebih akurat. Pun begitu, LG 55UB850T hadir dengan teknologi Ultra Powered Upscaling yang menggunakan Ultra HD Engine Upscaler 2014 sehingga semua konten yang Anda saksikan diskalakan ke dalam ukuran yang lebih jernih dan ketat.

Selain itu, panel IPS LG juga memungkinkan Anda menikmati kualitas gambar dengan variasi yang minimal dari sudut-sudut pandang yang lebih luas. Ditambah lagi, konsistensi yang superior dalam temperatur warna serta perubahan yang minim dalam hal kontrasnya yang tak ubah menghasilkan reproduksi warna yang menakjubkan. TV pintar dari LG ini juga mampu menghasilkan level gambar yang menakjubkan melalui pemrosesan gambar tingkat tinggi yang disebut Triple XD Engine.

Seolah tidak ingin kalah, Sony KD-55X9004A menggunakan panel LED-backlit yang lengkap dengan local dimming dan teknologi Triluminos dari Sony sendiri. Artinya, gambar yang dikeluarkan akan meminimalisir LED warna putih untuk menyediakan ruang yang lebih baik bagi LED warna biru. Ada satu kelemahan sebetulnya, Sony KD-55X9004A hanya bermain dalam arena 3D pasif dengan menggunakan panel buatan LG di mana cara kerjanya adalah memotong setengah resolusinya sehingga menjadi masalah yang besar untuk sebuah TV Full HD meskipun pengorbanannya tersebut tidak akan menyita perhatian penontonnya.

Sama halnya seperti Sony, Samsung UA55HU9000W membenamkan teknologi UHD Dimming yang canggih akan memberikan level kontras dan warna yang optimal bagi setiap tayangan Anda. Ditambah dengan teknologi Auto Depth Enhancer dari Samsung yang akan meningkatkan level kontras yang berbeda pada gambar. Samsung Curved UHD TV akan menampilkan warna alami yang sesungguhnya lewat teknologi PurColor di mana dengan menampilkan warna dan gradasi yang sedekat mungkin dengan warna aslinya, PurColor akan menghadirkan warna yang sesungguhnya.

TV pintar

Last but not least, TV pintar Toshiba 58L9300U sudah melengkapi diri dengan begitu banyak fitur di samping teknologi 4k UHD yang dimilikinya. Alasannya adalah karena minimnya konten 4k yang saat ini tidak terlalu banyak tersedia. Adalah Clear Scan 240Hz salah satunya. Fitur ini digunakan untuk mengurangi motion blur yang menghasilkan action playback yang cepat dengan kejernihan yang lebih baik.

Fitur tambahan lainnya adalah Color Gamut Enhancer dan Surface Brilliance Enhancement yang meningkatkan intensitas warna dan pencahayaan untuk gambar lifelike. Sayangnya, Toshiba belum bisa bersorak sorai karena LG 55UB850T pun memiliki teknologi yang sama melalui Trumotion Technology yang secara khusus juga akan menampilkan tayangan olahraga, video games dan high speed action secara sempurna dengan mengurangi motion blur dan kejernihan yang tinggi.

[nextpage title=”Smart Functions”]

Dilihat dari segi fungsi pintar yang ditanamkan di dalamnya, maka Toshiba 58L9300 mencoba untuk mengatasi masalah kelambatan platform TV pintardengan memindahkan kontennya ke Cloud. Fungsi Cloud TV dalam 58L9300 membuatnya menjadi lebih mudah menyajikan pengalaman pribadi yang lebih personal.

Selain itu, TV pintar ini juga memiliki upgrade berdasarkan server sehingga Toshiba bisa menjaga layanannya dari jarak yang jauh. Karena fungsi cloud sendiri berkaitan erat dengan kontrol jarak jauh, maka Toshiba berencana untuk merilis aplikasi mobile pelengkapnya untuk semua sistem operasi dan platform. Fitur pintar lain yang disediakan dalam 58L9300 adalah Family Calendar, Personal Messaging, Photo Album, Streaming News, Mediaguide, dan Miracast and WiDi yang membuat penggunanya menyinkronkan kemampuan untuk berbagi layar dengan smartphone, tablet dan laptop dengan mudah. Sangat menggiurkan. Akan tetapi, LG 55UB850T hadir sebagai sebuah TV cerdas yang diproduksi secara unik. It’s TV pintarmade simple, kata mereka.

TV pintar

Mengapa dikatakan demikian? LG 55UB850T memungkinkan Anda mengakses konten yang Anda sukai dengan cepat dan mudah. Sebagai TV pintar yang ditenagai dengan WEBOS, LG memiliki Launcher yang menyajikan perpindahan antara konten yang berbeda dengan cepat, Live Menu yang bisa membuat penggunanya berselancar di berbagai saluran yang tersedia dengan mudah dan juga The Genius of Magic Remote: Universal Control, Pointing, Wheel and Voice Command di mana kontrol melalui sebuah remote dapat dilakukan secara lebih canggih dan fungsional. Sebagai contoh, melalui Universal Remote penggunanya bisa mengendalikan sekaligus mengakses pemutar Blu-ray, sistem home theatre, sound bar dan bahkan televisi kabel. Ada pula Voice Command yang menmungkinkan penggunanya berbicara melalui remote untuk mengendalikan beragam fungsi, seperti pencarian konten.

Sayangnya, hal yang sama tidak dimiliki oleh Sony KD55X900 yang memiliki remote yang terlalu biasa untuk standar TV pintar kelas atas. Setidaknya, remote utamanya mudah untuk digunakan dengan menyuguhkan tombol untuk Home dan Sony Entertainment Network (SEN) sebagai akses mudah menuju fungsi-fungsi utama dan aplikasi yang ada dalam TV. Beragam aplikasi gratis yang tersedia pun cukup menggiurkan, seperti BBC iPlayer, Netflix, LoveFilm, YouTube, Skype, BBC News, BBC Sport dan Sky News. Tidak hanya itu, Sony KD-55X9005A juga menyuguhkan Video Unlimited dan Music Unlimited dari Sony. Ada satu hal yang sangat mungkin Anda sukai dari TV cerdas ini, yaitu mode Zapping yang mampu menavigasikan saluran TV dengan cepat di menu samping.

Sementara itu, Samsung UA55HU9000W memiliki fitur Instant On yang akan membuat Samsung TV pintarmenyala kurang dari dua detik, lebih cepat dari Samsung TV pintar yang dikeluarkan beberapa tahun lalu. Ditambah dengan fitur Multi-Screen, melalui produk ini Anda dapat menyaksikan dua tayangan dalam satu layar sehingga tidak heran penggunanya juga akan mampu melakukan browsing, dan kegiatan lain di layar kedua.

Pun demikian, fitur TV pintar ini mungkin akan mengurangi kenyamanan pengalaman Anda dalam menonton sebuah tayangan televisi, meskipun di sisi lain akan semakin memperkaya juga. Fitur seperti ini pun bisa Anda dapatkan dalam TV pintar LG melalui Dual Play yang memungkinkan Anda bermain game melalui dua layar yang terpisah. Tidak berhenti sampai di situ, LG juga melengkapinya dengan kacamata Dual Play khusus sehingga dua layar akan terlihat dalam layar yang penuh.

TV pintar

Kemudian ada satu hal yang harus kita acungi jempol dari Samsung, yakni fitur Smart View 2.0 yang akan mempermudah penggunanya menikmati seluruh konten dengan menggunakan jaringan yang ada di dalam rumah. Hasilnya, pengguna dapat menonton tayangan TV di layar smartphone atau tablet sekaligus menggunakannya sebagai remote control. Jika LG 55UB850T hadir dengan sebuah remote pintar yang mendukung kinerja TV-nya, begitupun dengan Samsung UA55HU9000W. Samsung Smart Control menyediakan touchpad yang membuat Anda dapat membalik panel Smart Hub dan menggulung halaman Web.

Tidak ketinggalan adalah Panasonic TC-58AX800U yang mengunggulkan Life+ Screen yang mereka klaim sebagai “Beyond Smart”. Ini adalah sebuah platform TV pintar yang menyediakan antarmuka yang mudah untuk digunakan dengan beragam fungsi seperti preferensi learning content pengguna serta membuat navigasi menjadi lebih mudah dan personal.

Sebagai fungsi pintar utama adalah my Stream yang menyediakan rekomendasi konten online secara otomatis yang berkaitan dengan Life+ Screen yang telah disebutkan tadi. Untuk remote control-nya sendiri, bertipe Touch Pad Remote yang melalui my Button proses pemilihan konten yang disukai oleh penggunanya menjadi terlaksana. Sama halnya seperti LG, Panasonic juga memiliki fitur Voice Assistant yang memungkinkan penggunanya mencari konten yang disukai melalui kontrol suara.

[nextpage title=”3D Specifications”]

Kemampuan memutar konten 3D menjadi salah satu fungsi yang wajib ada dalam sebuah TV pintar. Tidak heran jika lima produk yang tengah kita bahas ini memiliki fungsi tersebut. LG membenamkan teknologi Cinematic 3D TV Viewing yang menampilkan gambar 3D yang cerah melalui teknologi Cinema 3D. Karenanya, pengguna bisa menikmati TV pintar 3D dengan seharusnya yang berarti konten yang Anda lihat akan sama persis dengan film-film 3D di bioskop. Ditambah lagi, untuk mendukung fungsi yang satu ini, LG juga melengkapinya dengan kacamata 3D yang ringan, ekonomis, tanpa baterai dan bebas silau. Hal ini pun sama dengan kacamata yang mengurangi silauan cahaya dari layar layaknya di bioskop.

TV pintar

Beralih ke 58L9300U dari Toshiba, TV pintar ini juga melengkapi diri dengan konversi dari 2D ke 3D. Fiturnya tersebut sudah ditingkatkan selama bertahun-tahun. Pun demikian, konten 2D yang telah dikonversi tidak akan memiliki kualitas yang sama bagusnya dengan konten 3D asli. Dibandingkan dengan Panasonic, TC-58AX800U mengklaim diri mampu mengubah ruang keluarga Anda menjadi sebuah bioskop dengan performa 2D dan 3D yang mumpuni.

TV pintar seri AX800 menggunakan THX yang menyesuaikan pengaturan pencahayaan layar, ketajaman, gamma dan reproduksi warna guna meyakinkan pengalaman menonton 2D dan 3D yang unggul. Namun, hal yang berbeda terdapat dalam Sony Bravia KD-55X9004A. Sebagai TV pertama di dunia yang berfitur resolusi 4K, sayangnya Sony hanya memfungsikan teknologi 3D pasif di dalamnya. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, cara kerja 3D pasif akan memotong setengah jumlah resolusi meskipun perbedaannya tidak akan terlalu terlihat. Hal ini dilakukan Sony sebagai pengorbanan untuk menyuguhkan gambar 4K yang mengagumkan. Pun demikian, Sony Bravia KD-55X9004A melengkapinya dengan dua fitur 3D lain, yakni 3D Comb Filter dan Simulated 3D.

Sementara itu, TV pintar Samsung menampilkan konten 3D aktif dengan bantuan Illuminator yang akan meningkatkan luminositas dengan meningkatkan lampu LED di area layar yang terang. Jadi, ketika cahaya muncul di daerah gelap, seperti lampu jalan yang menerangi pemandangan kota, hal ini akan menampilkan tayangan yang mempesona.

[nextpage title=”Processor, Connectivity dan Networking”]

Berbicara masalah prosesor yang menjadi otak di balik kinerja TV pintar yang tengah kita perbandingkan, maka Toshiba 58L9300U unggul dengan prosesor CEVO 4K Quad dan Dual Core. Dengan artian, mesin TV ini mengombinasikan satu buah inti prosesor Quad dan Dual yang menyuguhkan dua fungsi. Prosesor Quad Core bertujuan untuk meningkatkan dan menstabilkan kualitas gambar kelas atas, sedangkan prosesor Dual Core-nya memiliki fungsi utama untuk menaikan skala konten non 4K hingga menjadi konten yang hampir mendekati 4K.

Dari segi konektivitas dan jaringan, Toshiba 58L9300U memiliki 4 port konektivitas HDMI, input komponen video, dua ports USB, port PC high-def, sebuah slot SD, dan built in Wi-Fi serta Intel Wireless Display yang memungkinkan Anda menghubungkan TV ini dengan sebuah Full Jack Pack, speaker eksternal, penerima AV, flash drive, PC, laptop dan perangkat mobile. Ditambah lagi, 58L9300U hadir dengan dilengkapi wireless keyboard yang juga memiliki built-in touchpad.

TV pintar

Pun memiliki dapur pacu yang mumpuni, Toshiba belum bisa bernafas lega karena kenyataannya Panasonic TC-58AX800U telah menanamkan Hexa Processing Engine Pro yang merupakan otak pemrosesan dan rendering gambar tingkat tinggi, sekaligus dengan backlight scanning 2000Hz serta mesin 4K Intelligent Frame Creation. Sementara untuk urusan konektivitas dan jaringan, Panasonic melengkapi TC-58AX800U dengan HDMI, DisplayPort, Component Video Input yang dibagi dengan Composite, USB sebanyak 3 buah, SD CArd, Ethernet dan Digital Audio Output.

Mesin pemrosesan Hexa atau prosesor 6 Core dapat membuat TV pintar ini lebih cepat ketika meluncurkan aplikasi dan waktu lag ketika memfungsikannya untuk gaming akan sedikit mengurang. Di lain pihak, Samsung UA55HU900W hadir dengan prosesor Quad Core Plus yang menyajikan performa yang lebih baik. Penggunanya dapat menikmati performa yang smooth melalui dapur pacunya ini. Dua kali lebih cepat dari prosesor Quad Core biasa, Quad Core Plus juga memungkinkan Anda melakukan multitasking dalam membuka website, memindahkan konten dan lainnya.

Sedangkan untuk konektivitas dan jaringan, Samsung membebatkan 4 buah HDMI, 3 buah USB, Component In, Composite In, Ethernet, Audio Out, One Connect, Wi-Fi Direct, HDMI 1.4A, Wireless LAN Built-in, TV SoundConnect, IR Out. Sayangnya, ANda tidak akan menemukan port Headphone dalam TV ini, seperti yang ada pada LG 55UB850T.

Di lain pihak, terkenal berkat teknologi buatan sendiri yang mengagumkan, maka Sony KD-55X9004A menggunakan mesin pemrosesan gambar 4K X-Reality PR yang memberikan gambar dengan skala yang jauh ditingkatkan, sehingga dari sumber apapun anda menontong sebuah tayangan baik dari acara favorit TV, DVD maupun Blu-ray, klip dari YouTube bahkan dari smartphone sekalipun yang aka anda saksikan adalah sebuah tayangan dengan kualitas mendekati resolusi native 4K.

Artinya dari sumber apapun anda melihat sebuah siaran atau video gambar yang dihasilkan adalah gambar dengan kualitas yang jauh lebih tinggi dan sangat menakjubkan. 4K X-Reality PRO bekerja dengan cara menaikkan dan mengoptimalkan resolusi input dari sumber video yang anda lihat. Sony KD55X9004A melengkapi perangkatnya dengan sebuah port untuk headphone yang ditambah dengan 4 buah HDMI, 3 buah port USB, Ethernet, dua buah Composite Video Input, Component Video Input, Audio Out, Headphone Out, RF x 1 (Bottom), Analog Audio Input x 2 (Rear), Digital Audio Output x 1 (Rear), MHL (Mobile High-Definition Link). Namun, dalam TV berdimensi 1463 x 778 x 405 mm dan bobot 34.5 Kg ini Anda tidak akan menemukan koneksi Wi-Fi.

Terakhir adalah LG 55UB850T yang membenamkan prosesor Dual Core Plus untuk urusan dapur pacunya. Meskipun dibandingkan dengan keempat TV pintar lainnya di sini LG memiliki prosesor yang paling bungsu, kualitasnya tidak bisa diremehkan begitu saja. Bagaimana tidak, dapur pacunya ini menyediakan performa unggulan untuk gambar-gambar yang cepat dan tajam dengan memberikan performa yang hampir tiga kali lebih cepat ketimbang prosesor Single Core dari LG.

Perlu diingat, LG juga menanamkan mesin Triple XD yang menghasilkan pemrosesan gambar tingkat tinggi dengan mengunggulkan konten dari segi warna, kontras dan kejernihan gambar. Untungnya, dari segi konektivitas, LG cukup melengkapi 55UB850T dengan hamp[ir sempurna. Sebut saja 4 buah HDMI Input yang meliputi HDMI 1.4 dan HDMI 2.0, dua buah USB 2.0 dan satu USB 3.0, Antenna Input, AV Input, Component Input, Audio (Optical) Input, RF In, Digital Audio Out, Headphone Out, RS-232C dan LAN Port. Untuk mempermudah konektivitas, LG juga menyebatkan beberapa konektivitas pintar, seperti Wi-Fi B/in/Wi-Fi Ready, WiFi Direct dan Simpling yang kompatibel dengan merek lainnya. Tidak ingin kalah dengan Toshiba, pengguna juga bisa menikmati layanan LG Cloud untuk berbagi konten.

[nextpage title=”Interface”]

Untuk urusan antarmuka yang dimilikinya, maka kita harus mengacungkan dua jempol untuk TV pintar LG 55UB850T. Betapa tidak, LG membenamkan sebuah teknologi antarmuka yang disebut dengan webOS yang seperti disebutkan sebelumnya berdasarkan pada sebuah jendela Launcher. webOS memberikan akses pada Anda menuju pada semua portal utama di dalam sistem fungsi pintarnya, termasuk layanan streaming seperti Netflix dan juga jejaring sosial, sebut saja Skype dan Twitter.

Salah satu kemajuan yang terpenting adalah webOS memiliki tampilan yang jauh lebih baik serta elegan ketimbang kebanyakan antarmuka yang dimiliki oleh TV pintar yang ada saat ini. Dan tidak hanya cantik, antamukanya juga mengunggulkan segi responsivitas yang menjadi masalah untuk kebanyakan TV.

TV pintar

Antarmuka bisa digunakan dengan Magic Remotes dari LG seperti yang telah kita bahasi dalam sub bab Smart Functions. Sementara itu, antarmukanya menyajikan fitur beragam yang menarik, seperti Netflix dan Amazon, update Facebook dan Twitter, serta browser untuk berselancar di Internet, dan lain sebagainya. Sebagai pelengkap, LG juga telah merilis Connect SDK yang memungkinkan pengembang untuk menambahkan konektivitas webOS dan mendukung aplikasi mobile mereka.

Kontrol melalui ponsel juga tersedia. Meskipun bukan sesuatu yang baru, webOS menawarkan fitur aplikasi pengendali yang unik yang memungkinkan Anda menavigasikan webOS secara linear. Di samping tampilannya yang datar dan minimalis, keuntungan utama menggunakan webOS ada pada kemampuan sistemnya untuk melakukan multitasking atau dengan kata lain, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya dengan mudah.

Di lain pihak, TV pintar Samsung menyajikan antarmuka yang disebut dengan Smart Hub. Smart Hub adalah antarmuka yang mudah untuk dinavigasikan, di mana Anda bisa menskrol berita-berita terbaru serta mengakses bermacam aplikasi secara mudah dan cepat. Anda juga bisa berbagi foto, video dan musik dengan peranghkat mobile yang kompatibel dengan hanya koneksi Wi-Fi. Antarmukanya ini juga memungkinkan Anda untuk menampilkan banyak tautan melalui dua layar TV yang terbagi. Namun, Smart Hub tidak menyediakan fasilitas untuk pengembang seperti yang dibiliki webOS. Pun begitu, Smart Hub juga bisa dikendalikan melalui Samsung Smart Control Remote.

Sementara itu, TV pintar Panasonic hadir dengan fungsi Life+ Screen untuk antarmukanya. Life+ Screen menyediakan antamuka yang mudah untuk digunakan dengan beragam fungsi yang unik. Sebut saja kemampuannya untuk mempelajari preferensi pengguna sehingga ia akan menampilkan fitur yang sesuai dengan kesukaan penggunanya. Life+ Screen ini didukung oleh fitur my Stream yang mempelajari konten yang direkomendasikan untuk pengguna di mana secara otomatis Life+ Screen akan merekomendasikan konten yang sesuai dengan harapan penggunanya.

[nextpage title=”Audio, Power Supply dan Power Consumption”]

LG 55UB850T memiliki beragam fitur audio yang tidak bisa diremehkan. Melalui TV pintar ini, Anda akan mendapatkan sebuah Audio Decoder Dolby Digital/DTS/AAC/PCM dengan sistem speaker dua arah melalui 4 speaker yang tertanam di dalamnya. Untuk keluaran Audio-nya sendiri, LG memakan daya keseluruhan sebanyak 20W yang juga didukund oleh sistem surround, Virtual Surround Plus. Televisi berbobot 21.2 kg dengan stand ini pun mempunya 6 mode Audio dengan sebuah mode Smart Sound dan Audio Return Channel.

Fitur yang lengkap seperti produk LG tersebut sepertinya tidak bisa ditemukan di Panasonic TC-58AX800U yang memiliki fitur audio tidak sebanyak 55UB850T dari LG. Panasonic melengkapi TV pintar nya tersebut dengan dua buah Front Slim Speakers dan sebuah Woofer 75mm, Speaker Output 18W (4 + 4 + 10), sebuah Stage Surround Sound dan mode VR-Audio Pro Surround 2.1. Di lain pihak, Samsung UA55HU900W menyediakan fitur audio yang lebih lengkap ketimbang Panasonic. Sebut saja Dolby MS10/MS110, DTS Studio Sound/DNSe+, DTS Premium Sound 5.1, 3D Sound, Auto Volume Leveler dengan tipe speaker Front Firing + New Waveguide, sebuah Woofer dan HD Audio. Kelengkapan sistemnya ini memakan Sound Output hingga 60W, lebih besar di antara kedua TV pintar tadi.

TV pintar

Beralih ke Sony KD55X9004A yang melengkapi TV pintar ini dengan speaker 2.2ch, speaker dua arah sebanyak 2 buah, Woofer dengan teknologi Magnetic Fluid Speaker dan dua buah Sub Woofer yang memakan Sound Output sebanyak 65W. Sementara itu, untuk urusan teknologi suara, Sony menyediakan teknologi Dolby Digital, Dolby Digital Plus dan Dolby Pulse. Ditambah 10 mode suara, meliputi Standard, Cinema, Sports, Music, Game, Compressed Audio, Sound Enhancer, S-Force Front Surround 3D, NICAM/A2 Stereo System, Simulated Stereo. Di sisi lain, Toshiba 58L9300U bisa dikatakan minim melakukan inovasi dari segi sistem audio yang dimilikinya. TV ini memiliki built-in speaker saluran utama sebanyak dua buah yang mengonsumsi tenaga 10 Watt dengan keseluruhan pengeluaran daya sebanyak 20 Watt.

Dari segi Power Supply, TV pintar LG 55UB850T menyuplai daya 100~240Vac 50-60Hz dengan konsumsi dalam mode Standby sebesar 0.3W. Berkaitan dengan konsumsi daya ini, LG menyematkan fitur Smart Energy Saving yang bisa menghemat pemakaian daya. Sedangkan Panasonic TC-58AX800U memiliki Power Supply AC110-127 V, 60 Hz dengan rata-rata konsumsi tenaga hingga 263 W, meskipun dalam mode STandby, konsumsi dayanya 0.1 W lebih kecil dibandingkan LG 55UB850T atau tepatnya sebanyak 0.2 W. Di lain pihak, Samsung melalui UA55HU900W menyediakan Power Supply hingga AC220-240V 50/60Hz dengan konsumsi daya 250 W dalam mode maksimal.

Pun demikian, jika menggunakan mode penghematan energi, daya yang dikonsumsi berkurang hingga 180 W, sedangkan dalam mode Standby memakan daya 0.5 W. Lebih besar daripada LG dan Panasonic. Adalah TV pintar Sony KD55X9004A yang mengonsumsi daya paling besar, tepatnya 268 W dengan Power Supply AC 110-240 V. Terakhir adalah TV pintar Toshiba 58L9300U yang memiliki Power Supply 110 VAC, 60 Hz dengan konsumsi daya 155 W saat beroperasi dan 0.3 W ketika berada dalam mode Standby yang serupa dengan LG 55UB850T.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.