Penjualan LG G5

Penjualan LG G5 Tak Memuaskan, Sejumlah Petinggi Diganti

34

Antusiasme pengguna smartphone ketika LG G5 diumumkan beberapa bulan waktu sebagai ponsel pintar modular serba bisa ternyata tidak berjalan lurus dengan penjualannya. Vendor dari Korea Selatan ini baru saja mengumumkan kalau penjualan LG G5 yang dibanderol sekitar Rp 8 juta ini tidak memuaskan. Bahkan bisa dikatakan gagal bersaing dengan kompetitor lain di pasaran.

Dengan layar beresolusi tinggi berukuran 5,3 inci, prosesor Snapdragon 820 dengan GPU Adreno 530,serta RAM 4GB yang menemani memori internal 32GB, LG G5 adalah perangkat cantik yang inovatif. Inovasi terbesarnya bukanlah terletak pada spesifikasi yang dibenamkannya melainkan pada desain modular yang awalnya cukup menyita perhatian.

Sayangnya, belum semua kalangan bisa menerima inovasi yang ditawarkan sehingga penjualan LG G5 pun belum memuaskan. Terlebih desain modular yang diusung oleh perangkat yang mengusung tagline, life’s good when you can play more ini membuat konsumen diharuskan membayar ekstra jika ingin meningkatkan kemampuan perangkat mereka. Tidak bisa terbantahkan, Friends, perangkat pelengkap G5 dibanderol dengan harga yang juga cukup tinggi.

Penjualan LG G5

Saat ini LG berada di posisi ke-7 sebagai penjual smartphone terbanyak di dunia tertinggal cukup jauh di belakang “saudara” satu negaranya, Samsung yang duduk di posisi pertama. Disusul kemudian oleh Apple, Huawei, Xiaomi, OPPO, dan Lenovo. Menurut Phone Arena, penjualan LG G5 sendiri pada kuartal pertama tahun ini hanya berhasil mengapalkan 2,2 juta unit. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi penjualannya sebanyak 3 juta unit.

Dilansir dari The Korea Times, gagalnya penjualan perangka ini juga menuntun pada perombakan petinggi LG. Kim Hyung-jeong, Wakil Presiden Senior di LG ditunjuk sebagai kepala penelitian divisi mobile. Sementara kepala divisi mobile, Cho Juno akan menjadi pengawas Program Management Office (PMO) yang baru didirikan yang memiliki wewenang untuk menangani strategi pengembangan produk, pabrikan, pemasaran, dan penjualan. Di lain pihak, Oh Hyung-hoon, kepala penelitian divisi mobile sebelumnya ditunjuk menjadi kepala PMO.

Akhir-akhir ini LG juga merotasi ratusan karyawannya di divisi handset ke divisi komponen mesin dengan tujuan pembaruan. Pergantian ini sendiri diharapkan bisa membawa perusahaan ini ke “momentum yang baru” yang jauh lebih baik. Hasil perombakan petinggi tersebut baru bisa dilihat pada penjualan LG G5 kuartal berikutnya. Life’s good when you can sell more.


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.