Pekerja Teknologi Bersatu Tolak Diskriminasi Muslim AS

119

GadgetPlus.ID — Para pekerja dari organisasi-organisasi besar di industri teknologi telah berikrar untuk tidak membantu membuat database pemerintah yang menyasar orang-orang berdasarkan ras, agama atau asal negara, sebagai respons atas proposal imigrasi ekstrem dari Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump. Kesepakatan ini datang dari karyawan-karyawan perusahaan seperti Google, IBM, Twitter, Mozilla, dan NVIDIA, meskipun mereka tidak mewakili organisasi itu sendiri.

“Kami memilih untuk menegakkan solidaritas dengan muslim Amerika, imigran, dan semua orang yang hidup dan mata pencahariannya terancam oleh kebijakan pengumpulan data,” demikian seperti tertulis di dalam ikrar yang dimaksud. “Kami menolak untuk membuat database orang-orang berdasarkan keyakinan beragama yang dilindungi secara konstitusi. Kami menolak untuk memfasilitasi deportasi massal orang-orang yang menurut pemerintah tidak dibutuhkan.”

Komitmen tersebut, yang bisa dilihat di situs web neveragain.tech, menjelaskan bahwa para pekerja teknologi adalah penjaga pintu “data orang-orang”. Ini mengacu pada peran teknologi dalam membantu bencana pelanggaran Hak Asasi Manusia di masa lalu, dan secara spesifik menyebut tindakan yang dilakukan oleh IBM dan tentara Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Ikrar ini mencakup juga komitmen untuk terlibat dalam pengungkapan rahasia, jika dibutuhkan, dan mengadvokasi penggunaan data-data yang bertanggung jawab di luar industri teknologi.

Trump telah bermain-main dengan ide membuat database nasional semua muslim dan mengatakan ia berencana mendeportasi jutaan imigran ilegal. Jelas bahwa kebijakan imigrasi yang diajukan Trump akan merugikan industri teknologi Amerika Serikat, namun ikrar neveragain.tech ini dibuat berdasarkan sudut pandang tenaga kerja.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.