Pandangan Samsung tentang Pengalaman IoT untuk Kemudahan Hidup Sehari-hari

58

Hyunsuk Kim, Head of Consumer Electronics (CE) Division

Samsung Electronics Co., Ltd hari ini pada acara Consumer Electronics Show (CES) 2018 menyampaikan visi dan strategi untuk pengalaman kecerdasan Internet of Things (IoT).

Selama konferensi pers hari ini, Samsung menunjukkan kemampuan unik untuk membuat koneksi mulus pengalaman konsumen melintasi perangkat Samsung di rumah, kantor, dan di perjalanan. Samsung telah bekerja untuk membuat seluruh produk Samsung siap IoT pada tahun 2020. Sebagai tambahan, perusahaan ini mengumumkan rencananya untuk meningkatkan pengadopsian IoT melalui platform terbuka yang konsisten, dan cerdas.

“Di Samsung, kami yakin bahwa IoT harus menjadi semudah membalikkan telapak tangan. Dengan produk dan layanan baru yang diumumkan hari ini, kami membuat IoT semakin mudah dan semakin tanpa gangguan,” kata Hyunsuk (HS) Kim, President, Head of Samsung’s Consumer Electronics Division and Samsung Research. “Kami berkomitmen untuk mempercepat pengadopsian IoT untuk semua orang dan membuat cerdas seluruh perangkat Samsung yang saling terkoneksi pada 2020. Peningkatan ini akan membantu konsumen mendapatkan manfaat dari kehidupan yang saling terhubung dengan lancar dan mudah.”

Intelligence of Things untuk Siapa Saja

Filosofi IoT Samsung dibangun di atas inovasi terbuka, membuatnya mudah diakses oleh lebih banyak orang dan ketika ditingkatkan kecerdasannya, dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan setiap orang. Saat ini ekosistem yang terpisah-pisah dan rumit menjadi salah satu tantangan pengadopsian IoT. Agar menjadi lebih mudah digunakan dan diakses, IoT membutuhkan perhitungan dan inovasi yang terbuka. Berkat portfolio produk-produk yang lengkap termasuk diantaranya TV, perangkat rumah dan smartphone, serta kepemimpinan Samsung dalam koneksi 5G, Samsung memiliki posisi terbaik untuk memberikan sebuah ekosistem IoT terbuka melalui SmartThings.

Samsung sedang bekerjasama dengan mitra seperti Open Connectivity Foundation (OCF) untuk menentukan standar industri. OCF adalah badan standardisasi IoT terbesar di dunia dan chip ARTIK, AC, dan kulkas Family Hub milik Samsung telah disertifikasi oleh asosiasi tersebut atas bagaimana komponen-kompnonen di dalamnya saling berinteraksi,seperti yang diperlukan pada teknologi IoT.

Pada musim semi 2018, Samsung akan menyatukan aplikasi IoT-nya, termasuk Samsung Connect, Smart Home, Smart View dan lainnya ke dalam aplikasi SmartThings untuk menghubungkan dan mengontrol perangkat apapun yang terhubung dengan SmartThings langsung dari telepon, TV, ataupun mobil, hanya melalui satu aplikasi. Selain itu, Samsung mengumumkan rencana untuk menghubungkan HARMAN Ignite ke SmartThings Cloud, memindahkan pengalaman IoT dari rumah  ke mobil. Sebagai hasilnya, konsumen akan dapat mengatur peralatan di rumah yang sudah saling terkoneksi dari mobil ataupun sebaliknya.

Bagian integral dari visi Samsung adalah untuk membuat perangkatnya saling terhubung dengan kecerdasan yang meningkat. Dengan Bixby, Samsung membawa layanan cerdas yang personal ke lebih banyak perangkat. Pada 2018, Samsung Smart TV pilihan dan kulkas Family Hub yang baru akan memiliki kontrol suara via Bixby untuk membuat pekerjaan rumah sehari-hari lebih ringan. Perangakat dengan layanan yang saling bekerjasama serta kecerdasan yang ditingkatkan, membuat aktivitas di rumah menjadi lebih mudah.

Karena peningkatan konektivitas membutuhkan peningkatan keamanan, Samsung telah memasukkan teknologi Samsung Knox yang terpercaya ke dalam perangkatnya yang saling terhubung, termasuk Smart TV, Smart Signages, produk mobile tambahan dan Smart Appliances. Teknologi Knox meliputi sistem keamanan hardware serta pembaruan firmware untuk membantu memastikan bahwa semua perangkat yang saling terkoneksi terlindungi.

Tim Baxter, President and CEO of Samsung Electronics North America

Membangun Masa Depan yang Saling Terhubung

Samsung melanjutkan komitmennya untuk berinvestasi dalam terobosan teknologi. Pada tahun 2017, Samsung menyalurkan lebih dari $ 14 miliar untuk penelitian dan pengembangan. Perusahaan juga meningkatkan investasi melalui Samsung NEXT – sebuah inisiatif kunci untuk mempercepat transformasi menjadi perusahaan hardware dan software terpadu.

Samsung juga membangun sebuah Artificial Intelligence (AI) Center baru sebagai bagian konsolidasi dari unit Samsung Research. AI Center yang mencakup empat laboratorium di Toronto, Montreal, Cambridge (UK) dan Rusia pada tahun 2018 ini, akan menggandeng proyek Samsung yang sedang berlangsung di Korea dan Silicon Valley dan kegiatan M&A perusahaan dalam mendorong ambisi AI ke depannya.

Pengalaman Perangkat Tanpa Gangguan

Produk dan layanan baru yang diumumkan di CES 2018 memperlihatkan bagaimana Samsung membuat sebuah kemajuan untuk menciptakan pengalaman IoT.

  • Rumah: Mulai tahun ini, Samsung Smart TV akan menciptakan perangkat yang terhubung dengan memberikan kemudahan log-in bagi pengguna, mulai dari saat TV terpasang. Kulkas Family Hub menawarkan berbagai fitur pintar, seperti sinkronasi penyimpanan makanan dengan penyajian makanan, dan membuat anggota keluarga tetap terhubung. Samsung Smart TV dan kulkas Family Hub dilengkapi dengan Bixby, sehingga memberikan TV akses yang lebih mudah ke aplikasi-aplikasi lain, kemampuan mencari film berdasarkan genre dan aktor, hingga menampilkan koleksi foto pribadi, sedangkan kulkas Family Hub mampu mengenali suara setiap anggota keluarga dan dapat memberikan informasi seperti berita, cuaca, serta kalender. Samsung Smart TV dan kulkas Family Hub juga akan beroperasi dengan platform single cloud, yaitu SmartThings Cloud, yang berfungsi sebagai dashboard pintar untuk memantau dan mengontrol semua perangkat yang terhubung.
  • Kantor: Samsung mendefinisi-ulang konsep kantor tradisional dengan solusi fleksibel yang sesuai dengan kebutuhan pekerja modern yang mobile. Samsung Note 9 Pen memberikan kekuatan, portabilitas, dan kinerja sebagai notebook PC bagi mereka yang pekerjaannya belum berakhir walaupun sudah meninggalkan kantor. Samsung Flip, papan flipchart digital interaktif berukuran 55 inci ini, menyederhanakan kolaborasi di kantor dengan menghubungan dengan smartphone dan notebook para anggota grup secara seamless untuk berbagi ide dan konten yang lebih cepat. Sebanyak 4 partisipan bisa mengenalkan konten atau memberikan masukan secara langsung di layar pada waktu yang bersamaan menggunakan jari atau aksesori pen.
  • Mobilitas: Samsung turut membantu dalam memimpin transisi ke jaringan 5G yang akan membawa serangkaian pengalaman baru. Samsung bekerjasama dengan operator nirkabel dan penyedia broadband untuk melakukan uji coba konektivitas 5G pertama pada konsumen dengan kecepatan hingga 100 kali lebih cepat daripada 4G LTE pada ponsel saat ini. Melalui konektivitas 5G, Samsung mendemonstrasikan visinya untuk pengalaman berkendara yang lebih nyaman. Samsung Digital Cockpit memperlihatkan bagaimana mobil akan terhubung dengan perangkat IoT lainnya. Desain dashboard baru ini, dan juga Bixby, memungkinkan pengemudi untuk mengontrol perangkat di dalam mobil dan peralatan rumah yang terknoneksi melalui suara, sentuhan, gestur, dan context-based triggers. Penumpang juga dapat menikmati streaming film secara cepat saat dalam perjalanan. Telematics Control Unit (TCU)5G yang pertama di industri ini, dapat mengunduh dan mengunggah data lebih cepat dan memungkinkan komunikasi antar perangkat di dalam kendaraan, sebagai dasar untuk kendaraan autonomous yang lebih baik.



Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.