Kerja sama dan Berbagai Inovasi Intel di CES 2018

81

CEO Brian Krzanich Membagikan Rincian Terbaru tentang Perkembangan Swakemudi (Autonomous Driving) dan Masa Depan dari Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Dalam pidato pembukanya untuk CES 2018 pada 8 Januari lalu, CEO Intel Brian Kzranich menerangkan tentang bagaimana data dapat mengubah dunia di sekitar kita serta mendorong gelombang inovasi teknologi berikutnya, mulai dari swakemudi hingga kecerdasan buatan (AI) dan realitas virtual (VR) serta bentuk-bentuk teknologi lainnya.

Dalam sambutan yang berisi kilasan mengenai teknologi masa depan, Brian memberikan gambaran inovasi berbasis data yang menakjubkan kepada audiens. Dalam swakemudi, ia mengungkapkan kendaraan otonom pertama Intel dalam uji coba 100 mobil; diungkapkan juga bahwa BMW*, Nissan*, dan Volkswagen* mulai merealisasikan desain berbasis Mobileye mereka; dan mengumumkan kemitraan baru dengan SAIC Motor* dan NavInfo* untuk memperluas crowdsource ke China. Dengan berfokus pada masa depan AI, Brian mengumumkan kemitraannya dengan Ferrari* North America untuk menggunakan teknologi AI dari Intel untuk menerapkan data dari racetrack demi meningkatkan pengalaman bagi para penggemar dan pengemudi. Untuk memberikan konten hiburan yang lebih hidup, Brian memperkenalkan Intel Studios yang baru didirikan dan mengumumkan Paramount Pictures* akan menjadi studio Hollywood pertama yang akan mengeksplorasi teknologi ini bersama dengan Intel untuk melihat ke mana teknologi ini akan memengaruhi generasi penceritaan (storytelling) visual berikutnya.

“Data akan menjelaskan perubahan sosial dan ekonomi yang mungkin hanya kita lihat sekali atau dua kali dalam satu abad” Kata Brian. “Kita tidak hanya akan menemukan data dalam keseharian, namun data akan menjadi dorongan kreatif di balik inovasi-inovasi di masa depan. Data akan menjelaskan kembali tentang pengalaman hidup – di tempat kerja, di rumah, dalam perjalanan dan bagaimana kita menikmati olahraga serta hiburan yang ada.”

Sambutan Brian menandakan dimulainya CES untuk Intel dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana perusahaan dan para mitranya membuka peluang dengan kekuatan data untuk mengubah bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Membangun Masa Depan Otonom

Dalam swakemudi, Brian mengumumkan bahwa 2 juta kendaraan dari BMW, Nissan dan Volkswagen akan menggunakan teknologi Mobileye Road Experience Management (REM) untuk mengumpulkan data untuk membangun dan terus memperbaharui high-definition maps yang terukur sepanjang tahun ini. Untuk pasar Tiongkok, Brian mengungkapkan dua kemitraan penting dengan produsen otomotif terkemuka SAIC Motor dan perusahaan pemetaan digital NavInfo. SAIC akan mengembangkan mobil Tingkat 3, 4 dan 5 di Tiongkok berdasarkan teknologi Mobileye. Tingkatan mobil ditentukan berdasarkan kapasitas otonomi – kendaraan Tingkat 4 dapat mengemudi sendiri hampir secara eksklusif tanpa interaksi manusia, dan kendaraan Tingkat 5 dapat mengemudikan dirinya sendiri tanpa interaksi manusia di jalanan. Brian juga menjelaskan rincian mengenai platform mengemudi otonom yang baru dari perusahaan, yang menggabungkan prosesor otomotif Intel Atom® dengan chip Mobileye EyeQ5® untuk menghadirkan platform dengan skalabilitas dan fleksibilitas terdepan untuk mobil swakemudi L3 (Level 3) sampai L5 (Level 5). Senior Vice President dan CEO/CTO Intel dari Mobileye Professor Ammon Shashua akan menjelaskan lebih dalam tentang strategi perusahaan mobil swakemudi dalam konferensi pers Intel di CES pada hari Selasa, 9 Januari pukul 10.00 di LVCC Room #228. Selain mobil tanpa awak, Brian juga mendemontrasikan Volocopter*, pesawat udara dengan sistem fully electric, vertical takeoff and landing, yang dirancang untuk transportasi berpenumpang. Volocopter menggunakan teknologi Intel® Flight Control yang berbasis kecerdasan teknologi Intel Falcon™ 8+ yang dapat ditemukan pada pesawat tanpa awak (drone) yang biasa digunakan untuk inspeksi, survei dan pemetaan, yang menampilkan kolaborasi luar biasa antara data dan teknologi otonom.

Menambah Wawasan dengan Intel AI dan Menjelajahi Teknologi Masa Depan.

Berbicara tentang AI, Brian menampilkan bagaimana perusahaan menggunakan teknologi Intel untuk mengubah bisnis mereka melalui AI. Ia mengumumkan bahwa Intel bekerja sama dengan Ferrari North America untuk membawa kemampuan AI ke Ferrari Challenge North America Series yang akan berlangsung selama enam program di Amerika Serikat tahun ini. Siaran dari Ferrari Challenge ini akan menggunakan kemampuan pemrosesan dari prosesor Intel Xeon® Scalable dan kerangka kerja neonTM yang menggunakan metode deep learning tidak hanya untuk transcode, identifikasi obyek dan peristiwa, serta memberikan pengalaman kepada penonton secara online, namun juga untuk menyimpan output data untuk wawasan lebih lanjut bagi para pengendara dan penggemar.

Terkait dengan masa depan dunia komputer, Brian menjelaskan penelitian Intel mengenai neuromorphic computing, tipe terbaru dari arsitektur komputer yang menirukan cara kerja otak untuk mengamati, mempelajari danmemahami. Neuromorphic research prototype chip (“Loihi”) milik Intel saat ini sudah dapat berfungsi sepenuhnya dan akan disebarluaskan kepada para mitra peneliti tahun ini.

Brian juga mengumumkan tolak ukur Intel selanjutnya dalam upaya mengembangkan sistem quantum computing. Intel mengirimkan seri pertama 49-qubit quantum computing test chip (“Tangle Lake”) untuk mitra mereka QuTech*. Quantum Computing merupakan tingkatan tertinggi dari parallel processing, dan Brian menekankan bahwa Quantum Computing memiliki potensi untuk memproses dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Menciptakan Gelombang Baru VR dan Immersive Media

Selain untuk mendorong AI dan masa depan otonom, Brian membahas bagaimana data dapat mengubah pengalaman sehari-hari lainnya, seperti hiburan dan media. Ia mengumumkan debut Intel Studios, sebuah studio canggih yang baru dibangun yang didedikasikan untuk produksi konten volumetrik berskala besar – menggunakan teknologi Intel® True View – yang akan menciptakan bentuk-bentuk visual baru dengan maupun tanpa VR. Intel Studios memiliki video volumetrik terbesar di dunia serta fasilitas pasca-produksi dan kontrol yang komprehensif yang memungkinkan perusahaan menciptakan pengalaman dengan konten yang lebih hidup daripada yang pernah ada sebelumnya. Paramount Pictures adalah studio Hollywood besar pertama yang mengeksplorasi teknologi ini bersama dengan Intel.

Dalam dunia olahraga, Brian mengumumkan bahwa Intel akan menghadirkan sebuah acara Virtual Reality terbesar bersamaan dengan Olympic Winter Games PyeongChang 2018 dengan menggunakan Intel® True VR technology. Intel bersama dengan lembaga penyiaran resmi Olympic Winter Games PyeongChang 2018 akan mengabadikan 30 kegiatan Olimpiade, baik dengan siaran langsung maupun video-on-demand. Hal ini menjadi pertama kalinya Virtual Reality digunakan untuk menyiarkan Olympic Winter Games secara langsung dan dapat diakses di Amerika Serika melalui aplikasi VR NBC Sports. Brian juga menunjukkan bagaimana Intel membawa teknologi 5G ke dalam Olympics Winter Games untuk dapat menghadirkan pengalaman yang lebih nyata, berbeda dan responsif dalam dunia olahraga dan hiburan dengan pengalaman VR dan Video 360 derajat.

Intel pun meraih gelar Guinness World Records* untuk menerbangkan banyak drone secara bersamaan dengan menggunakan satu komputer dalam ruangan saat Brian mempersembahkan pertunjukan cahaya dalam ruang yang spektakuler dengan menggunakan 100 drone Intel® Shooting Star ™ Mini atau UAV (kendaraan udara tanpa awak).

“Jika Anda terkesan dengan apa yang Anda saksikan di CES minggu ini, tunggu saja,” kata Brian dalam sambutan penutupnya. “Kami masih mencari cara baru untuk menerapkan kekuatan AI dan data. Penemuan ininantinya akan memengaruhi hampir seluruh sektor inovasi, dan Intel menjadi yang terdepan dalam revolusi ini, dengan merealisasikan janji-janji dari pengalaman data-driven melalui autonomous driving, AI, 5G and VR . Di Intel, kami tidak hanya melihat dunia dengan kemungkinan tanpa batas dimana teknologi membuat hidup kita lebih mudah. Namun, kami melihat masa depan dimana teknologi akan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.”




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.