Kelase

Kelase Buka Kelas Online Bantu Para Guru Raih Sertifikasi Tunjangan Profesi dengan Teknologi Cloud Microsoft

95

Pada Januari lalu, Microsoft berkomitmen untuk memberikan dana bantuan sebesar US$ 1 milyar untuk penyediaan sumber daya cloud selama tiga tahun ke depan untuk 70.000 organisasi non-profit dan NGO di seluruh dunia. Penggunaan cloud untuk organisasi non-profit dan NGO dianggap penting karena dapat membantu organisasi-organisasi tersebut dalam membaca data yang dapat dijadikan sebagai prediksi guna membantu aktivitas mereka.

Kelase

Salah satu organisasi non-profit yang akan menerima dana bantuan tersebut adalah Kelase, lembaga pendidikan dan komunitas yang menyediakan layanan daring untuk kolaborasi, pembelajaran, dan pertukaran pengetahuan dengan berbagai fitur dan kemudahan akses bagi penggunanya. Hingga saat ini pengguna Kelase telah mencapai 75.223 orang, kelas daring sebanyak 2740, dan konten edukasi berjumlah 830 buah.

“Kelase menjadi wadah bagi tenaga-tenaga pendidik di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas mereka dalam belajar-mengajar,” ujar Winastwan Gora, Chief Operating Officer, Kelase. “Melalui program donasi dana yang diadakan oleh Microsoft, Kelase mendapatkan kesempatan untuk melakukan transisi ke Azure Cloud dan integrasi dengan Office 365 yang dapat membantu kami untuk menyediakan layanan yang lebih mudah diakses,” tambahnya.

Program terbaru yang dijalankan oleh Kelase adalah dengan ikut membantu Ditjen Guru dan Tenaga Pendidikan (GTK) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam memberikan sertifikasi kepada guru-guru di Indonesia agar dapat mendorong mutu serta meningkatkan kesejahteraan mereka. Sertifikasi tersebut diharapkan mampu menyeleksi para guru yang berhak mendapatkan tunjangan profesi melalui program Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG).

Bentuk dukungan Kelase terhadap program ini berupa penyediaan kelas daring bagi para guru yang ingin mendapatkan sertifikasi tersebut. Kelas daring yang disediakan oleh Kelase dapat membantu para guru dalam mempersiapkan diri menghadapi penilaian sertifikasi dari Kemendiknas. Dari 60.000 guru yang tersebar di seluruh Indonesia, sebanyak 30.000 di antaranya sudah melakukan pendaftaran di Kelase.

Selain itu, sebagai penyedia layanan pendidikan berbentuk daring yang dapat diakses dengan mudah, Kelase pun sudah mengembangkan teknologi miliknya hingga ke Papua. Sebanyak 400 siswa SMAN Yapen 1 telah mendaftarkan diri dan memiliki akun untuk mengakses Kelase. Di sini mereka bisa mendapatkan materi pendidikan secara gratis. Adapun Kelase juga hendak melakukan integrasi dengan Office 365 di mana nanti saat para guru menggunakan layakan Kelase, mereka akan dipermudah dengan penggunaan fitur Office 365, seperti OneDrive dan Outlook.

“Tujuan dari program donasi US$ 1 Milyar dari Microsoft ke berbagai NGO dan organisasi non-profit di seluruh dunia adalah untuk membantu mereka dalam menjalankan kegiatannya. Hal ini sejalan dengan misi Microsoft untuk memberdayakan orang-orang dan organisasi di seluruh dunia sehingga menjadi lebih baik,” ungkap Ruben Hattari, Corporate Affairs Director, Microsoft Indonesia. “Kelase menjadi salah satu contoh nyata bagaimana organisasi nonprofit dapat meningkatkan kehidupan masyarakat melalui teknologi di era transformasi digital seperti saat ini,” pungkasnya.

Program donasi US$ 1 Milyar dari Microsoft memungkinkan organisasi non-profit dan NGO mendapatkan akses yang mudah ke Microsoft Azure dan pusat data, Enterprise Mobility untuk perangkat dan manajemen data, CRM daring, dan program Office 365 Nonprofit. Program-program tersebut dapat membantu NGO dan organisasi non-profit di dunia dalam memberdayakan masyarakat melalui program inisiatif yang mereka miliki.


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.