Kamera Mirorrles Terbaik 2018, Dengan Berbagai Macam Harga Yang Harus Fotografer Ketahui

277

Kamera Mirrorless saat ini semakin populer dan semakin diminati. Hal ini berkat sensor besar yang tetap dipertahankan dengan lensa DSLR yang dapat diganti-ganti, tetapi mengunakan mekanisme cermin internal, sehingga memungkinkan produsen kamera untuk membuat kamera yang lebih ringan, kecil dan sistem lebih ringkas. Dalam mirrorless dikenal dengan sebuatan CSC atau Compact Cystem Camera.

Model kameranya semakin banyak dan cocok utnuk semua orang dari pemula sampai yang berpengalaman. Mulai model entry-level hingga monster full-frame canggih yang menyaingi DSLR terbaik, Beragam kamera ini pasti ada yang sesuai dengan kebutuhan fotografi Anda.

Tidak ada fotografer yang persis sama, beberapa orang mungkin menginginkan kamera yang lebih baik daripada kamera canggih yang ada di smartphone, sementara yang lain menginginkan kamera high-end yang memiliki berbagai kontrol dan fitur kreatif.

Berikut 10 kamera mirrorless terbaik yang dilansir dari Tech Radar, yang dapat Anda beli saat ini yang berdasarkan tidak hanya pada spesifikasi, pengalohan gambar dan kinerja, tetapi ukuran, ringkas dan tentunya harga. Perlu diketahui semua harga kamera di Indonesia bisa saat ini jadi lebih murah atau lebih mahal dari perkiraan harga yang dicantumkan.

1. Sony Alpha A7 III

Sensor size: Full-frame | Resolution: 24.2MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle touchscreen, 921,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 10fps | Movies: 4K | User level: Expert | Price : NA

Alpha A7 III berada dalam posisi terbawah kamera full-frame mirrorless Sony. Pilihan yang brilian untuk para peminat fotografer maupun profesional bila mencari pilihan. Sony telah mengambil beberapa bit terbaik dari kamera Alpha A9 dan A7R III andalannya, dan menyulingnya menjadi satu kamera yang menawarkan perpaduan performa dan kualitas gambar yang fantastis. . Sensor 24.2MP full-frame sangat baik, 693-point dan shooting burst 10fps yang canggih. Artinya Anda tidak akan melewatkan momen-momen terbaik pemotretan lagi.

2. Sony Alpha A7R III

Sensor size: Full-frame | Resolution: 42.2MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle touchscreen, 1,440,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 10fps | Movies: 4K | User level: Expert | Price : Around $3198

Sony Alpha A7R III merupakan salah satu kamera mirrorless favorit. Salah satu kamera paling lengkap dan serbaguna yang tersedia saat ini. Dengan sensor 42.2MP full-frame yang didukung oleh sistem AF canggih serta pemotretan burst 10fps, Anda tidak lagi harus mengorbankan kinerja untuk resolusi atau sebaliknya.

3. Fujifilm X-T2

Sensor size: APS-C | Resolution: 24.3MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle display, 1,040,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 8fps | Movies: 4K | User level: Expert | Price : Around $1399

Sekilas mungkin akan serupa dengan tipe sebelumnya FujiFilm XT-1, namun model XT-2 dengan sistem autofocus terbarunya adalah sebuah terobosan dibandingkan XT-1. Dengan pelacakan AF subjek yang bergerak, sekarang jauh lebih presisi dan cepat. Ementara tingkat kecanggihan dan kustomisasi juga mengesankan. 8 Frame per second dalam burst shooting, layar belakang berengsel ganda, EVF terang, sensor 24,3MPXTrans III CMOS. Ini adalah kamera yang brilian. Jika Anda menginginkan sesuatu yang lebih besar, terutama jika Anda ingin menggunakan lensa yang lebih besar, cek FujiFilm X-H1. Kamera yang sangat bagus, tapi kami masih berpikir X-T2 adalah opsi serba yang lebih baik.

4. Panasonic Lumix G9

Sensor size: Micro Four Thirds | Resolution: 20.3MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle display, 1,040,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 60fps | Movies: 4K | User level: Intermediate/advanced | Price : Around $1697.99

Ditujukan untuk para antusias fotografer dan semi-profesional, Lumix G9 tentu saja harganya sangat kompetitif; Anda mendapatkan banyak kamera dari uang Anda. Beberapa orang mungkin melihat sensor Micro Four Thirds yang lebih kecil sebagai sedikit kompromi, tetapi terbayarkan dengan sistem yang ringkas dan seimbang. Anda akan benar-benar terkesan bila kamera ini dipasangkan dengan telephoto prime 200mm f / 2.8. Kaya dengan berbagai fitu-fitur canggih. Lumix G9 adalah kamera mirrorless serba brilian dan kamera mirrorless Panasonic terbaik saat ini.

5. Olympus OM-D E-M10 Mark III

Sensor size: Micro Four Thirds | Resolution: 16.1MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle display, 1,037,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 8.6fps | Movies: 4K | User level: Beginner/intermediate | Price : Around $574

Kamera ini mungkin bukan lompatan besar dibanding Mark II. Masih banyak spesifikasi kamera yang tetap sama. Namun, Olympus telah menyempurnakan dan men-tweak kamera mirrorless untuk menjadikannya proposisi yang lebih menggoda bagi pengguna baru dan penggemarnya. Beberapa orang mengkritik format sensor Micro Four Thirds yang lebih kecil (kira-kira setengah area APS-C) tetapi efek pada kualitas gambarnya hanya kecil saja, dan itu berarti bahwa lensa ringkas dan ringan seperti kamera itu sendiri.5-axis image stabilization system, jendela bidik elektronik yang wajar, kecepatan pemotretan burst pada 8,6fps yang mengesankan dan video 4K. E-M10 Mark III adalah kamera yang dapat diandalkan.

6. Fujifilm X-T20

Sensor size: APS-C | Resolution: 24.3MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle touchscreen display, 1,040,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 8fps | Movies: 4K | User level: Beginner/intermediate | Price : Around $$799

Tampilannya seperti X-T2 tetapi tidak cukup dengan fiturnya? Fuji memiliki jawabannya dengan dikeluarkan X-T20, yang berhasil memilah banyak fitur utama X-T2 termasuk sensor 24,3 MP yang sangat baik dan sistem AF canggih, menjadi kamera yang sedikit lebih ringkas dan harga yang terjangkau. X-T20 terasa sangat mirip dengan saudaranya, dengan dalam hal kualitas, sementara kontrol dan hasil gambar menjadikannya kamera yang sangat memuaskan . The X-T20 pastinya menjadi pilihan untuk banyak fotografer. Jika Anda menyukai tampilan X-T20, tetapi ingin sesuatu yang sedikit lebih ringkas, lihatlah X-E3. Berbagi hampir spesifikasi yang sama, ia memiliki desain yang lebih ringkas.

7. Sony Alpha A9

Sensor size: Full-frame | Resolution: 24.2MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle touchscreen, 1,440,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 20fps | Movies: 4K | User level: Expert

Alpha A9 mengesankan. Sistem AF Sony ini merupakan andalannya, tidak hanya sangat cepat, kinerja pelacakan patut Anda buktikan. Burst Shooting 20fps yang sangat cepat, dan EVF (electronic viewfinder) besar dan cerah serta tidak blakout saat Anda memotret. Anda bisa menggabungkannya dengan produk Canon dan Nikon terbaik yang dapat ditawarkan untuk memotret banyak aksi.

8. Panasonic Lumix GH5S

Sensor size: Micro Four Third | Resolution: 10.2MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.2-inch display, 1,040,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 12fps | Maximum video resolution: 4K | User level: Expert

Lumix GH5S adalah yang terbaru dalam jajaran seri kamera mirrorless Panasonic, yang selama bertahun-tahun telah mengukir namanya sendiri di antara para videografer berkat fitur yang banyak dalam pembuatan video. Meskipun hanya dapat menangkap gambar pada resolusi 10.2MP yang cukup terbatas, yang harus diperhatikan terutama adalah kamera video. Meskipun ketiadaan stabilisasi gambar bawaan mungkin mengecewakan bagi sebagian orang, masalah itu dikesampingkan dengan luasnya fitur video sangat mengesankan. Ini tentu saja kamera 4K terbaik harus Anda pertimbangkan sebagai kamera video profesional khusus.

9. Sony Alpha A6500

Sensor size: APS-C | Resolution: 24.2MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch tilt-angle touchscreen, 921,600 dots | Maximum continuous shooting rate: 11fps | Movies: 4K | User level: Intermediate/expert

Anda tidak harus menggunakan kamera full-frame untuk mendapatkan manfaat dari teknologi kamera Sony yang luar biasa dengan model format APS-C ini. Tipe ini merupakan pilihan tepat bagi para penggemar yang mencari alternatif untuk DSLR berat yang besar. Salah satu tantangan bagi produsen CSC adalah membuat sistem fokus otomatis sebaik yang ada di DSLR. A6500 datang sangat dekat, terutama dalam cahaya terang; itu dapat melacak subjek yang bergerak di sekitar frame dan saat mereka bergerak ke arah atau menjauh dari kamera. Ada juga jendela bidik elektronik yang sangat baik yang membuatnya mudah untuk melihat ketika subjek jelas dan terpapar cahaya dengan benar. Kualitas gambar sangat baik dan terdapat konektivitas Wi-Fi dan NFC internal untuk memungkinkan berbagi gambar melalui smartphone.

10. Panasonic Lumix G80 / G85

Sensor size: Micro Four Third | Resolution: 16MP | Viewfinder: EVF | Monitor: 3.0-inch display, 1,040,000 dots | Maximum continuous shooting rate: 9fps | Maximum video resolution: 4K | User level: Beginner/intermediate

Meskipun tidak cukup sempurna, fitur dan kinerja Lumix G80 (yang dikenal sebagai Lumix G85 di AS) menjadikannya salah satu proposisi mirrorless mid-range yang paling menarik. Fokus otomatis sangat baik, baik Anda menggunakannya untuk subjek statis atau bergerak, kecepatan pemrosesan cepat, sementara sistem stabilisasi gambar sangat efektif merekam gambar diam atau film. Kualitas gambar umumnya sangat bagus, dengan penghapusan filter low-pass membuat perbedaan positif secara keseluruhan, dan ini dicocokkan dengan kualitas video 4K, dengan banyak opsi terkait video. Gabungan EVF dan LCD yang hebat, banyak pilihan kustomisasi dan berbagai lensa yang kompatibel, G80 adalah gebrakan pada sejumlah level.