Horus, Asisten Pribadi Digital Khusus Untuk Penderita Tunanetra

224

GadgetPlus.IDHorus adalah sebuah perangkat teknologi wearable yang berfungsi sebagai pemandu pribadi untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan dalam hal penglihatan. Sekadar memberi gambaran, perangkat ini laksana Google Glass untuk tunanetra.

Kehadiran perangkat ini patut diapresiasi mengingat ada jutaan orang dengan gangguan penglihatan berjuang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, bahkan untuk yang sederhana—menurut orang normal—sekalipun, seperti membaca dan menyeberang jalan.

01

Saverio Murgia dan Luca Nardelli, pendiri Eyra, perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Swiss yang membuat Horus, terinspirasi untuk mengembangkan teknologi ini setelah bertemu dengan seorang tunanetra yang minta pertolongan di halte bus. Mereka mendengarkannya menjelaskan kesulitan-kesulitan yang sering ia temui akibat ketiadaan isyarat suara serta kurangnya rambu-rambu di jalan. Saverio dan Luca kemudian menyadari bahwa teknologi bisa diterapkan untuk membantu orang-orang seperti ini.

Pada dasarnya, Horus adalah sebuah headset yang dilengkapi kamera. Ia terhubung ke perangkat seukuran smartphone yang bisa dimasukkan ke dalam saku baju atau celana. Horus terdiri dari dua bagian; pertama adalah RST, yang memuat sensor visual dan keseimbangan, kedua adalah baterai serta prosesor.

02

Kamera berfungsi untuk mengobservasi dan menganalisis lingkungan dengan mengirimkan gambar ke prosesor. Informasi ini kemudian diterjemahkan menjadi bentuk audio yang bisa didengar oleh pengguna. Pembaca teks dan pengenal wajah adalah dua di antara sejumlah fitur yang dimiliki oleh perangkat ini. Semakin sering Horus dipakai, kecerdasannya pun kian meningkat.

Di dalam prosesor terdapat unit pengolah grafis, dan sebagai sebuah perangkat pintar, Horus akan mempelajari dan menyerap setiap informasi yang didapat, dimulai dengan mengenali siapa dan apa yang ia “lihat”. Dengan menekan sebuah tombol, Horus bisa menggambarkan lingkungan di sekitarnya, mulai dari wajah, perabot, hingga objek-objek lainnya.

Berbeda dari earphone, Horus memanfaatkan sistem konduksi tulang untuk menghantarkan suara (konduksi suara ke telinga bagian dalam melalui tulang tengkorak). Itu artinya audio tidak diteruskan melalui saluran telinga, namun menstimulasi langsung tulang telinga kecil, dan hanya bisa didengar oleh pengguna tanpa interferensi, bahkan di ruangan bising sekalipun. Jika pengguna menderita gangguan pendengaran juga, Horus bisa terhubung ke alat bantu dengar yang ia kenakan.

Saat ini Horus tersedia dalam bahasa Italia, Jepang, dan Inggris, namun Eyra berjanji akan mengembangkannya agar perangkat ini bisa “berbicara” dalam beragam bahasa. Untuk bisa memiliki Horus, Anda terlebih dahulu harus mengisi daftar tunggu melalui situs web-nya, sementara penjualan online diperkirakan akan dimulai tahun depan.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.