Hasil Survei : Remaja Beralih Dari Facebook Ke Youtube, Instagram Dan Snapchat

1479

Tak dipungkiri, gambar ataupun video lebih banyak diminati, dilihat atau ditonton daripada membaca banyak teks, apakah itu bagi orang dewasa ataupun remaja. Kemudahan akses internet menjadikan anak remaja memilih menghabiskan waktunya di jejaring sosial antara lain yang saat ini menjadi saingan Facebook, yaitu Youtube dan Snapchat.

Dilansir dari USA TODAY (31/5/18), sebuah survei yang dilaksanakan oleh Pew Research Center menemukan bahwa 51% remaja di usia 13-17 tahun masih menggunakan Facebook, penurunan tajam dari 71% remaja yang menggunakan jejaring sosial tersebut tiga tahun lalu.

Penggunaan Facebook oleh remaja mulai ditinggalkan dan posisinya berada di belakang saingannya, di mana 85% remaja mengatakan bahwa mereka menghabiskan waktunya dengan menggunakan Youtube. Instagram yang dimiliki Facebook mendapatkan hasil survei 72%, diikuti oleh Snapchat di 69%.

Survei juga menunjukan bahwa hanya 10% saja remaja yang masih sering menggunakan Facebook, dibandingkan dengan 32% untuk Youtube dan 35% untuk snapchat.

Anak-anak remaja, tentunya tidak peduli dan tidak memikirkan apakah Facebook, Youtube, Instagram dan Snapchat milik siapa atau platform apa. Mereka hanya menggunakan dan berinteraksi di dalamnya.

Survei ini menyebutkan pula bahwa 45% remaja online secara hampir konstan, sementara 44% mengatakan bahwa mereka online beberapa kali dalam sehari dan hanya 11% remaja yang jarang online.

Tahun 2014-2015, Pew Research Center juga pernah melakukan survei dan menemukan bahwa hanya 24% saja remaja yang mengatakan mereka online secara hampir konstan. Berarti sampai saat ini ada kenaikan 21% remaja online secara hampir konstan.

Hal ini menjadi subjek kritik serta mempertanyakan apakah semua akses ke smartphone dan jejaring sosial itu sehat untuk anak-anak remaja?

Tahun lalu, sebuah grup studi terdiri dari peneliti yang berasal dari Universitas San Diego dan Florida mendapatkan hasil survei yang menyatakan bahwa hampir separuh remaja yang meluangkan waktu selama lima jam bahkan lebih dihadapan layar ponsel dalam satu hari, mengalami pemikiran untuk bunuh diri atau mendapatkan suatu periode keputusasaan atau kesedihan yang berkepanjangan.

Dari hasil survei ini pula diketahui bahwa anak remaja ternyata mempunyai pemikiran yang berbeda dan beragam tentang bagaimana media sosial berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka. Hasilnya, 24% mengatakan bahwa media sosial sebagian berdampak negataif, sementara 31% mengatakan bahwa sebagaian itu berdampak positif.

So, bagaimana menurut Anda ?