Grab

Grab Bisa Digunakan di Amerika

71

Saat ini, tidak hanya layanan operator saja yang benefitnya bisa dirasakan oleh pengguna yang tengah berada di negara lain, namun juga aplikasi. Salah satunya adalah Grab. Bersama layanan sejenis bernama Lyft, kini pengguna Grab tetap bisa menggunakan aplikasi tersebut walau sedang menginjakan kaki di Negeri Paman Sam.

Bersamaan dengan perayaan hari jadinya yang ke-4 di Jakarta, Jumat (3/6), Grab mengumumkan fitur yang dipercaya akan lebih memudahkan lagi mobilitas para penggunanya tersebut. Melalui Grab, pengguna yang sedang berada di Amerika Serikat bisa mendapatkan transportasi online sama halnya dengan saat di Indonesia.

Grab

Kiki Rizki, Country Head Manager Grab Indonesia yang tengah Gadget+ wawancarai.

“Pada hari bahagia kami ini, banyak hal yang ingin kami bagikan. Dan, salah satunya adalah hasil kerjasama kami dengan Lyft, sebuah layanan transportasi online di Amerika Serikat,” kata Kiki Rizki, Country Head Manager Grab Indonesia.

Kerjasama yang terjalin ini diakui sebagai langkah kedua perusahaan dalam mempermudah penggunanya yang hendak melancong ke negara lain dalam mendapatkan transportasi secara online. “Dengan kerjasama ini, kami sangat ingin mempermudah para pengguna yang suka berpergian ke negara-negara untuk tetap mendapatkan transportasi secara mudah,” ujar Kiki.

Tidak hanya pengguna Grab, pengguna Lyft yang pasalnya warga Amerika Serikat juga bisa tetap menggunakan layanan Lyft, walau tengah berada di negara-negara Asia Tenggara, wilayah yang kini menjadi lokasi operasi Grab. “Pengguna Lyft yang tengah melancong ke Asia Tenggara juga bisa tetap bisa menggunakan layanan Lyft.”

Untuk pembayaran, Grab menjanjikan kepada pengguna tetap bisa memilih sendiri jenis pembayaran yang dihendaki, baik cash ataupun dengan kartu kredit. Namun, pihaknya sangat menyarankan para pengguna mulai menggunakan teknik pembayaran cashless, melalui fitur barunya, GrabPay.

“Dengan GrabPay, pengguna bisa mendaftarkan kartu kredit ataupu kartu debit mereka sebagai alat pembayaran di dalam aplikasi Grab. Nantinya, seluruh catatan pengeluaran akan kami laporkan secara rinci. Dan, yang paling utama pengguna tak perlu takut lagi direpotkan oleh uang kembalian,” tutup Kiki.

Berdasarkan informasi yang kami raih, kerjasama diantara Grab dan Lyft rupanya telah terjalin sejak akhir 2015 lalu.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.