Dukungan Untuk Apple Mengalir Dari Google, Microsoft, Facebook, dan Twitter

79

FBI ingin membobol informasi yang dikunci di sebuah iPhone milik salah satu teroris. Apple menolak. FBI dan Apple pun maju ke pengadilan untuk mencari tahu mana yang paling benar. Kini, empat raksasa teknologi, Google, Microsoft, Facebook, dan Twitter siap untuk membela Apple di pengadilan.

Dukungan untuk Apple yang dilayangkan oleh Google, Facebook, Microsoft, dan Twitter tersebut berupa tuntutan mosi kepada pengadilan untuk mendukung Apple dalam melindungi data penggunanya. Dilaporkan Wall Street Journal, Apple pun telah melayangkan sejumlah berkas dokumen yang berisi pernyataan resmi terhadap Pengadilan Federal AS yang meminta iPhone milik pelaku penembakan di San Bernardino untuk dibuka.

Apple mengungkapkan kalau sikapnya tetap tegas dalam melindungi data pengguna dan tidak akan mematuhi perintah pengadilan Federal AS yang meminta perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs ini untuk membantu FBI membuka kunci iPhone.

Desakan terhadap Apple untuk menciptakan tool “backdoor” dilayangkan oleh Biro Penyelidik Federal AS. Backdoor bisa menjebol data di perangkat iOS yang dimodifikasi sedemikian rupa. CEO Apple, Tim Cook, mengatakan kalau tool “backdoor” serupa dengan penyakit kanker yang bisa menyebar dan akan sangat berbahaya. Data pengguna lain bisa terkena imbasnya dan juga bisa terbongkar.

Baca Juga: Apple Kembangkan Konten Orisinal Bersama Dr. Dre

Setali tiga uang dengan Google, Microsoft, Facebook, dan Twitter, WhatsApp pun menyatakan dukungannya terhadap Apple. Ditambah lagi, dukungan untuk Apple juga datang dari sejumlah organisasi di dunia seperti Electronic Frontier Foundation (EFF), American Civil Liberties Union (ACLU) dan Amnesty International. Berikut pernyataan resmi Apple untuk Pengadilan Federal AS.

Apple Inc. (“Apple”) by and through its counsel of record, hereby files a Motion to Vacate the Order Compelling Apple Inc. to Assist Agents in Search, and Opposition to Government’s to Compel Assistance.

Mengingat betapa pentingnya data pengguna iPhone agar bisa tetap terlindungi, terkait itu milik pelaku kriminal atau bukan, dukungan lain sepertinya akan tetap bermunculan. Apakah Apple akan tetap bertahan dengan kegigihannya? Atau tergilas kepentingan Pemerintah AS yang mengatasnamakan kebenaran?




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.