Zalora Akan Dijual

Ditinggalkan Para Pemimpinnya, Zalora di Ujung Tanduk?

89

Salah satu situs e-commerce terbesar di Asia Tenggara yang diasuh oleh Rocket Internet, Zalora ditinggalkan oleh dua pemimpin eksekutifnya. Kehilangan dua pemimpin eksekutifnya dan menjual anak cabangnya di Thailand membuat banyak pihak berspekulasi, apakah situs e-commerce ini tengah berada di ujung tanduk?

Pertama adalah Harry Markl yang pernah menjabat sebagai Managing Director di Singapura serta merupakan salah satu co-founder situs penyedia barang-barang fesyen ini. Kedua adalah Avni Pundir yang juga mantan Managing Director di Zalora Group.

Bukannya sekali, Rocket Internet juga baru saja menjual sebagian besar saham Lazada ke Alibaba Group. Perusahaan yang bermarkas di Berlin ini memang dikenal tidak memiliki struktur eksekutif yang biasa di mana dalam beberapa tahun terakhir ada sejumlah Managing Director yang bahu membahu menelaah bisnisnya secara bersamaan. Dilansir dari Techcruch, pengunduran diri Markl dan Pundir menjadi pertanda lain kalau manajemen Zalora tengah mengambang.

Markl sendiri meninggalkan perusahaan ini sejak Jumat lalu, sedangkan Pundir, eksekutif muda yang telah berpengalaman di bidang fesyen Amerika Serikat, Perancis, dan India, meninggalkan perusahaan ini secara “diam-diam” lebih dari satu bulan yang lalu untuk mendirikan bisnisnya sendiri.

Baca Juga: Kurang Menguntungkan, Unit Bisnis Zalora Akan Dijual?

Sama halnya dengan Pundir, Markl dikabarkan sedang membangun perusahaannya sendiri meskipun kabar yang dikutip dari Techcruch, kepergiannya dikarenakan perbedaan pendapat dengan Global Fashion Group (GFG).

GFG adalah perusahaan induk Rocket Internet yang membangun situs e-commerce fesyen di seluruh dunia, termasuk Zalora. Saat ini Zalora dipimpin oleh Michele Ferrario sebagai Group CEO dan Managing Director lain, Tito Costa.

Kabar lain menyebutkan konglomerat lokal di Negeri Gajah Putih setuju untuk membeli Zalora Thailand dengan nilai hanya USD 10 juta meskipun kesepakatannya belum mencapai titik akhir. Hal serupa mungkin terjadi di Vietnam mengingat tahun lalu Rocket Internet juga menjual salah satu anak perusahaan mereka di negara ini, Foodpanda Vietnam.

Menurut laporan keuangan yang dirilis oleh Rocket Internet, pemasukan Zalora meningkat sebesar 78% menjadi USD 234 juta pada tahun 2015 lalu. Tetapi kerugian bersihnya meningkat sebanyak 36% menjadi USD 105 juta.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.