Canon EOS 750, Senjata Andalan Penghobby Jeprat Jepret!

866

Canon EOS 750D menawarkan cara pengoperasian yang simpel. Kamera ini sangat cocok bagi mereka yang tidak ingin direpotkan oleh sisi manual dari fotografi.

Salah satu alasan mengapa orang-orang lebih memilih smartphone untuk memotret adalah karena pengoperasiannya yang mudah; pegang, arahkan, lalu tap tombol shutter pada layar. Di sisi lain, kamera sesungguhnya—terutama DSLR—bagi sebagian orang mungkin terlihat sedikit menakutkan dengan adanya berbagai macam tombol.

Sama seperti kamera sejenis lainnya, Canon EOS 750D pun memiliki banyak tombol dan dial, namun ia dilengkapi dengan layar sentuh yang bisa Anda gunakan untuk memotret layaknya sebuah smartphone.

Design

Canon menempatkan EOS 750D ini sebagai kamera entry-level penerus EOS 700D yang dirilis pada 2013 lalu. Maka tidak mengherankan apabila desain kamera baru ini hampir mirip dengan pendahulunya, namun dimensinya lebih ringkas (100,7 x 131,9 x 77,8 mm) dan bobotnya lebih ringan (510 gram/bodi saja).

Struktur bodi EOS 750D didominasi oleh bahan plastik—alih-alih campuran magnesium—namun konstruksinya tetap terasa solid. Panel berlapis karet pada kedua sisi dan area ibu jari di bagian belakang memiliki daya cengkeram yang cukup kuat, sehingga kamera ini tidak licin ketika dipegang. Sayangnya, Canon tidak melengkapi EOS 750D dengan pelindung cuaca, jadi Anda harus lebih berhati-hati ketika menggunakan kamera ini di lingkungan basah dan berdebu.

Di bagian atas kamera Anda akan menemukan dial mode yang ditempatkan di area sebelah kanan. Tak jauh dari dial terdapat kontrol putar yang berfungsi untuk mengatur setting seperti aperture dan kecepatan shutter ketika Anda sedang menggunakan mode aperture atau shutter priority. Kemudian ada tiga tombol berukuran kecil yang diposisikan sejajar; dari kiri ke kanan: tombol seleksi titik autofocus, tombol ISO, dan tombol untuk menyalakan dan mematikan LCD. Tombol yang paling kiri berguna ketika Anda ingin beralih dari autofocus normal ke zona fokus yang bisa dikonfigurasi atau mode fokus tunggal.

Beralih ke bagian belakang. Terletak di antara area ibu jari dan viewfinder adalah tombol tampilan live, dan di area kanan atas ada kontrol zoom untuk pemutaran gambar. Ke bawah sedikit terdapat tombol kompensasi exposure yang bekerja bersamaan dengan kontrol putar yang ada di sisi bagian atas, dan tepat di bawahnya ada tombol Quick Control.

Fitur yang paling dominan di bagian belakang EOS 750D adalah layar sentuh 1040k-dot berukuran 3 inci. Layar ini dapat Anda gunakan untuk menentukan titik fokus dengan cara menyentuhnya. Selain itu, Anda pun bisa memilih foto dengan cara men-swipe dan zoom-in atau zoom-out dengan mem-pinch layar, meskipun prosesnya tidak semulus pada smartphone level high-end, tapi setidaknya lebih praktis daripada menggunakan tombol zoom fisik kamera. Sayangnya, layar ini kurang responsif, sehingga terasa tidak nyaman ketika dipakai untuk mengubah setting (lebih baik gunakan D-pad untuk melakukannya).

Modul layar ini fleksibel, yang artinya Anda bisa membukanya dan melipatnya ke arah depan ketika Anda ingin melakukan selfie, misalnya. Selain itu, bisa diputar hingga radius 270 derajat untuk pemotretan bersudut tinggi dan rendah. Dengan resolusi 1040k-dot, layar mempermudah Anda untuk mencari titik fokus secara akurat, dan tampilan gambar hasil pemotretan pun terlihat jernih dengan akurasi warna dan kontras yang luar biasa. Sudut tampilannya pun terbilang lebar, sehingga Anda secara nyaman bisa membuat komposisi pemotretan dengan menggunakan tampilan live sambil memegang kamera di atas atau di bawah kepala.

Features

Sama seperti DSLR entry-level lain, dial mode EOS 750D menyediakan opsi-opsi standar seperti Program Auto, Shutter Priority (Tv), Aperture Priority (Av), dan kontrol Manual penuh. Canon mengelompokkan keempat mode ini dan menyebutnya dengan istilah ‘Creative Zone’ yang terpisah dari opsi-opsi seperti preset mode scene. Sementara preset yang tersedia adalah Kids, Food, Candlelight, Night Portrait, Handheld Night Scene, dan HDR Backlight Control. Preset yang disebut terakhir ini sangat bermanfaat, karena bisa memotret tiga kali berturut-turut scene yang sama untuk memperluas secara signifikan rentang dinamis guna menghasilkan gambar yang lebih realistis di lingkungan dengan kontras tinggi.

Opsi lain yang tersedia pada dial mode adalah Sports, Close-up, Landscape, dan Portrait. Setiap mode memprioritaskan setting pemotretan yang tepat, seperti menggunakan aperture lebar dan warna-warna lembut pada mode Portrait. Apabila Anda sudah paham tentang aperture dan apa pengaruhnya terhadap foto, maka trik ini dapat dengan mudah diterapkan secara manual. Namun jika Anda adalah seorang pemula yang baru saja beralih dari kamera point-and-shoot ke DSLR, memiliki preset otomatis tentu akan sangat membantu.

Ada juga mode pemotretan Creative Auto yang mengelompokkan opsi latar belakang buram, setting warna lingkungan, mode drive, dan kontrol flash menjadi satu dial mode. Dua mode yang tersisa adalah Scene Intelligent Auto, dan Flash Off. Pada mode Auto, flash akan terbuka secara otomatis apabila kamera mendeteksi intensitas cahaya lingkungan terlalu rendah. Pada mode Manual, dial berfungsi sebagai pengatur kecepatan shutter, namun bila Anda menekan dan menahan tombol kompensasi exposure di panel belakang, kontrol putar akan berfungsi sebagai pengatur aperture.

Canon EOS 750D dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi dan pairing NFC built-in. Namun kamera ini tidak memiliki tombol fisik yang berfungsi untuk mengaktifkan langsung titik akses Wi-Fi-nya. Alih-alih, Anda harus menavigasi menu utama untuk mengaktifkan Wi-Fi, dan di sini Anda juga bisa memilih apakah ingin mentransfer gambar antar kamera, terhubung ke smartphone, mencetak dari printer Wi-Fi, mengunggah ke layanan Web, atau melihat gambar di perangkat yang mendukung DLNA.

Proses koneksi Wi-Fi agak bertele-tele ketika Anda mem-pairing dengan smartphone tradisional, karena Anda terlebih dahulu harus terhubung ke hotspot nirkabel kamera, kemudian membuka aplikasi Canon Camera Connect. Prosedur ini jauh lebih simpel jika Anda memiliki perangkat yang mendukung NFC, karena Anda cukup menempelkan area NFC milik kedua perangkat untuk membuat koneksi.

Setelah terhubung ke smartphone, Anda bisa melihat dan mengunduh gambar—format JPEG berkualitas tinggi dengan resolusi penuh—secara remote hanya dalam hitungan detik. Aplikasi Canon Camera Connect memungkinkan Anda untuk mengontrol 750D dan mengatur setting seperti aperture, kecepatan shutter, dan sensitivitas ISO, namun tentu saja, Anda harus mengeset zoom secara manual. Koneksi antara kamera dengan smartphone sendiri relatif stabil dan mampu bekerja dengan baik.

Mengoperasikan Canon EOS 750D sangatlah mudah, terutama berkat kontrol layar sentuh dan tata letak tombolnya yang intuitif. Tidak hanya itu, tata letak menu pun dikelompokkan menjadi beberapa tab, sehingga Anda tidak perlu repot menggulir. Sebelas tab tersebar di bagian atas layar, terbagi menjadi tiga halaman opsi pemotretan, satu tab pengaturan layar, dua tab untuk pengaturan playback, dan empat tab opsi kustomisasi kamera. Tab terakhir adalah ‘My Menu’ di mana Anda bisa menambahkan berbagai pengaturan untuk membuat tab menu sendiri yang berisi opsi-opsi yang sering digunakan. Desain menu pun ramah terhadap sentuhan, meskipun Anda hanya bisa membuka dan menutup menu dengan menggunakan tombol Menu fisik yang terletak di bawah LCD.

Performance

Canon EOS 750D mampu menunjukkan kinerja cepat dan akurat dalam menentukan fokus, namun terkadang Anda harus memilih secara manual titik fokus yang diinginkan. Pada dasarnya, kecepatan dan kinerja autofocus akan bergantung pada lensa yang Anda pilih. Dengan lensa bawaan EF-S18-55 mm IS STM, kecepatan fokus pada kondisi cahaya terang adalah kurang dari 0,1 detik. Sementara kondisi cahaya redup menyebabkan kamera terkunci selama sekitar 0,5-1 detik, namun ini tidak membuat proses pencarian titik fokus menjadi bermasalah.

Prosesor DIGIC 6 yang digunakan oleh 750D memungkinkan Anda untuk mengambil gambar pada kecepatan 5 fps (sama seperti pendahulunya 700D). Apa yang berbeda adalah buffer. Batas file RAW 8-frame mungkin terdengar kurang mengesankan, namun ini tertutupi oleh kemampuan memotret hingga 940 JPEG pada mode burst (jauh lebih banyak daripada 700D yang hanya 22 JPEG).

Kinerja pencarian fokus pada mode Live View relatif memuaskan. Performanya cepat, halus, dan hening ketika menggunakan lensa bawaan EF-S18-55 mm IS STM. Sekedar informasi, kode STM yang tercantum menandakan bahwa lensa menggunakan motor superhening yang dirancang untuk tidak mengeluarkan noise yang bisa mengganggu ketika Anda sedang merekam video. Performa focus tracking pun mengesankan, dengan catatan subjek tidak bergerak secara tak beraturan.

Image Quality

Salah satu peningkatan paling signifikan pada 750D dibanding 700D adalah naiknya resolusi, dari 18 MP menjadi 24,2. Namun karena kamera ini menggunakan filter anti-aliasing (AA), maka gambar yang dihasilkan tidak terlalu menonjolkan detail. Filter AA berfungsi untuk membantu menghilangkan noise, namun gambar menjadi terlihat lebih soft. Meskipun demikian, detail gambar masih terlihat layak untuk sebuah kamera yang dilengkapi filter AA.

Rentang kecepatan shutter 750D adalah 30 detik sampai 1/4000 detik, dan rentang ISO bawaannya adalah 100-12800, dengan mode ekstensi 25600. Berdasarkan hasil pengujian, kami sarankan Anda untuk memotret pada ISO 6400 atau lebih rendah agar gambar yang dihasilkan masih terlihat bagus. Sementara itu, gambar pada dua setting ISO tertinggi terlihat banyak noise dan miskin detail.

Untuk ukuran kamera sekelas 750D, gambar yang dihasilkan terlihat mengesankan. Dengan opsi Picture Control diset ke Standard, warna yang muncul tampak hidup tanpa terlihat oversaturated atau tidak alami.

Secara keseluruhan, hasil pemotretan EOS 750D memperlihatkan keseimbangan yang ideal antara highlight dan detail bayangan. Untuk mendapatkan exposure yang terang pada kondisi dengan kontras tinggi, beberapa detail highlight akan terlihat mencolok, namun ini jarang terjadi dan mudah diatasi dengan memanfaatkan mode HDR kamera.

Meskipun kit EF-S18-55 mm IS STM bukan lensa Canon yang terbaik, namun sudah cukup mampu untuk mendemonstrasikan kemampuan EOS 750D mengatasi permasalahan detail. Ketajaman gambar bisa diatur bersama dengan parameter-parameter seperti kontras, saturasi, dan tone warna pada opsi Picture Style. [prm]

Conclusion

Dari tampilan luar, hampir tidak ada perubahan berarti pada 750D dibandingkan dengan pendahulunya, 700D. Perbedaan yang paling signifikan terletak pada elemen-elemen bagian dalam, terutama sensor baru CMOS 24,2 MP yang mampu menghadirkan gambar dengan tampilan jernih dan level noise relatif rendah. Reproduksi warnanya bagus, dan sistem exposure metering baru bisa menciptakan hasil yang konsisten. Sayangnya, detail tidak dijadikan fokus di sini.

Meskipun dari segi kinerja dan hasil tidak mengecewakan, namun 750D memiliki kelemahan dalam hal daya tahan baterai. Dibandingkan dengan rival sekelas yang rata-rata bisa memotret hingga 800 kali—untuk sekali charge—daya tahan baterai 750D ini hanya setengahnya, atau setara dengan 440 kali pemotretan.

QUOTE

Mengoperasikan Canon EOS 750D sangatlah mudah, terutama berkat kontrol layar sentuh dan tata letak tombolnya yang intuitif serta menu yang dikelompokkan menjadi beberapa tab. [Prima – Gadget+]

SPECIFICATIONS

Max Resolution: 6000 x 4000 | Effective Pixels: 24 megapixels | Sensor Size: APS-C (22.3 x 14.9 mm) | Sensor Type: CMOS | Processor: DIGIC 6 | ISO: Auto, 100-12800 (expandable to 25600) | Lens Mount: Canon EF/EF-S | Focal Length Multiplier: 1.6x | Min Shutter Speed: 30 s | Max Shutter Speed: 1/4000 s | Flash Range: 12.00 m (at ISO 100) | Continuous Drive: 5.0 fps | Storage Type: SD/SDHC/SDXC (UHS-I compatible) | USB: USB 2.0 (480 Mbit/s) | Wi-Fi: 802.11b/g/n with NFC | LCD Size: 3 inch | Screen Dots: 1,040,000 | Screen Type: TFT-LCD | Battery: LP-E17 lithium ion | Dimensions: 100.7 x 131.9 x 77.8 mm | Weight: 510 gr (body only)

 

VERDICT (Bintang 4)

Plus

  • Sensor 24,2 MP
  • Kinerja AF cepat
  • Konektivitas     Wi-Fi dan NFC

Minus

  • Detail   gambar kurang menonjol

Daya    tahan baterai masih kalah dari rival sekelas




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.