Canon EOS 100D REVIEW

114

Canon Inc. merupakan perusahaan multinasional asal Jepang yang aslinya bernama Seikikōgaku kenkyūsho. Perusahaan ini pertama kali memproduksi kamera yang disebut Kwanon pada tahun 1934 lalu, sebuah purwa-rupa kamera 35 mm Jepang pertama dengan focal plane based shutter. Sejak produk pertamanya tersebut, Canon berkembang menjadi salah satu produsen kamera yang mengubah percaturan dunia fotografi. Salah satu produk yang dikeluarkannya adalah Canon EOS 100D yang juga dikenal sebagai “kamera DSLR terkecil dan teringan di dunia”.

Bagaimanakah kinerjanya? Berikut ulasan Gadget+ saat Canon EOS 100D mampir membidik kantor redaksi kami.

[nextpage title=”Design”]Sama seperti kebanyakan kamera DSLR yang lain, Canon EOS 100D atau di Amerika Utara disebut juga sebagai Digital Rebel SL1, menampilkan desain yang friendly. Diciptakan bagi para fotografer yang membutuhkan kamera SLR yang fleksibel, kamera ini menjadi kamera DSLR paling kecil dan ringan dengan dimensi 116.8 x 90.7 x 69.4mm serta bobot hanya 407 gram termasuk baterai dan kartu memori — 12 persen lebih langsing kerimbang 650D yang dirilis tahun lalu. Dalam urursan ukuran dan harga, Canon EOS 100D berada di antara EOS M dan EOS 700D. Di luar dimensinya yang kecil, kontrol layout nya akan langsung terasa familiar bagi siapapun yang sebelumnya menggunakan DSLR dari Canon.

Canon EOS D100

Daya tarik utama EOS 100D tersebut mungkin bisa dianggap juga sebagai kekurangan oleh sebagian pengguna yang tidak begitu menyukai perangkat kamera yang menyusut. Lain halnya dengan pengguna lain yang menganggapnya sebagai nilai yang ergonomis sehingga lebih nyaman dalam genggaman. Meskipun demikian, hal ini juga bergantung pada lensa yang Anda pasangkan. Putar kameranya dan sebuah layar 3 inci terbentang menguasai bagian belakang bodinya. Hal ini juga berarti tombol-tombol lainnya dijaga dalam ukuran seminimal mungkin. Pad empat arah juga terletak di bagian belakangnya, tapi tidak ada informasi tanda yang menunjukkan arahnya. Selain itu, kontrol lain yang ada di bagian ini adalah playback, kompensasi pencahayaan dan tombol bukaan.

Saat melihat berbagai penempatan tombolnya lebih jauh, Anda mungkin akan mengiran kalau EOS 100D diciptakan untuk para pemula fotografi. Mode dialnya yang terletak di bagian atas perangkat memberikan fungsi yang juga ditemukan pada kamera SLR yang lain. Mode dial tersebut melingkupi berbagai fungsi seperti bukaan, shutter dan mode pencahayaan manual. Sebagai pemula Anda juga akan mendapatkan akses penuh pada mode otomatis, potrait, landscape, makro, sports dan no flash serta mode otomatis kreatif.

[nextpage title=”Features”]

Terlepas dari label yang melekat pada EOS 100D sebagai kamera terkecil dan teringan di dunia, kamera ini memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama dengan kamera Canon model triple-digit. Sebagai contoh, sensor EOS 100D memiliki resolusi yang sama seperti yang terdapat pada EOS 700D, meskipun sensor 18MP APS-C Hybrid AF II CMOS nya lebih kecil dan lebih tipis sehingga membuat ukuran EOS 100D juga menjadi lebih kecil ketimbang kamera DSLR pada umumnya.

Sensornya sendiri memiliki bentang ISO dari 100 hingga 12.000 yang bisa diperluas hingga 25.600 melalui pengaturan ‘H’. Seperti namanya, sensornya ini juga memiliki fitur teknologi built-in phase-detect autofocus (AF) sehingga memungkinkan Anda tetap menggunakan AF saat merekam video HD. Ya, EOS 100D mendukung pengambilan video HD dalam bentang frame rates 30, 25 dan 24fps yang juga menawarkan pilihan untuk mengambil gambar 50fps meskipun berada dalam resolusi terendah 1280 x 720. Ditambah lagi, bagi Anda yang akan menggunakannya untuk melakukan perekaman gambar pasti akan menyukai port mikrofon 3.5mm yang terletak di bagian atas bodi kameranya.

Canon EOS D100

Salah satu cara yang dilakukan Canon untuk meminimalisir ukuran EOS 100D adalah dengan menyusutkan component board nya. Di lain pihak, Canon EOS 100D masih menggunakan prosesor gambar DIGIC 5 dari Canon yang terbaik. Prosesor gambarnya ini menawarkan burst speed hingga 4fps dengan kedalaman burst 28 JPED atau 7 gambar mentah. Sistem autofokusnya yang jadi lebih baik tidak hanya dikarenakan kehadiran phase-detect AF, tetapi juga karena susunan AF 9-poin dengan AF jenis satu garis yang terletak di bagian tengahnya.

Canon EOS D100

Sebagai pengukuran, EOS 100D membenamkan sistem SPC 63-zone dari Canon yang memproduksi hasil yang baik seperti halnya kamera Canon yang lain, termasuk Canon EOS 7D. Sementara itu, berbagai isu pencahayaan bisa diselesaikan melalui sistem kompensasi pencahayaan yang memiliki 1/3 penyesuaian kenaikan di atas /-5EV. Pada bagian belakang EOS 100D terletak layar berukuran 3 inci yang impresif, layar LCD 1.040k dot yang menjadi peningkatkan signifikan dari pendahulunya, Canon EOS 1100D. Resolusinya tersebut membuat panel LCD EOS 100D identik dengan resolusi layar 650D. Adapaun aspek rasio nya ada pada perbandingan 3:2 yang tak seperti 650D, layarnya berukuran pas dengan wadahnya sehingga Anda tidak bisa men-tilt nya ke samping.

Di atas layarnya duduk salah satu nilai jual sebuah kamera DSLR ketimbang CSC, disebut sebagai optical viewfinder. Meskipun jangkauannya tidak 100%, tapi viewfinder nya ini mampu mencapai jangkaun 95% serta ditingkatkan dengan kemampuan koreksi dioptri dan kedalaman field preview. Nilai jual EOS 100D lain ketimbang kamera CSC adalah lens mount EF-S dari Canon yang bisa digunakan baik dengan lensa EF maupun EF-S. Ditambah lagi, Anda juga akan mendapatkan built-in flash serta sebuah hot shoe yang mendukung speedlights seri Canon EX. Sayangnya, EOS 100D tidak mendukung fungsi Wi-Fi apapun sehingga akan membuatnya sedikit tidak relevan dengan berbagai kamera DSLR lain saat ini.

[nextpage title=”Performance”]Performa AF nya patut diacungi jempol. Meskipun Canon EOS 100D hanya memiliki satu poin AF cross-type yang terletak di bagian tengah frame jika dibandingkan dengan Canon EOS 700D yang memiliki sembilan buah, performanya tidak mengecewakan saat diuji. Fungsi Live View nya juga layak untuk Anda sukai. Jika Anda kesusahan dengan titik fokus 100D, Anda bisa dengan mudah berpindah menggunakan Live View serta memilih titik fokus yang diinginkan pada layar sentuh LCD nya. Layar sentuhnya ini juga bisa dikatakan ada pada jajaran kelas atas, sebaik yang ada pada ponsel pintar ataupun tablet. Tidak hanya responsif, tetapi juga memiliki kalibrasi pengaturan dari beragam gungsi. Dalam artian, Anda memiliki akses langsung dalam layar ini melalui berbagai fungsi yang ditanamkan pada EOS 100D. Adapun berbagai ikon yang terdapat pada layar terkesan kecil, minimalis dan respinsif. Fakta lainnya yang membuat redaksi terkesan adalah dukungan pada gesture swipe dan zoom yang membuatnya berfaedah untuk digunakan.

Canon EOS D100

Roberto Torres | Canon EOS EOS D100 | EF50mm f/1.8 STM | Taken on January 7, 2016

Dengan menggunakan kartu memori SanDisk Extreme Pro SDHC, EOS 100D mampu menangkap empat data JPEG dan RAW sebelum performanya menurun. Jika Anda melakukan penyetelan untuk mengatur kamera agar menangkap gambar RAW saja juga akan menghasilkan empat data sebelum buffering nya penuh. Namun, jika Anda menyetel kamera untuk menghasilkan data JPEG saja, Anda bisa mengambil gambar sesuai kapasitas kartu memorinya tanpa khawatir performa kamera EOS 100D akan menurun. Kit lensa IS STM nya yang berukuran 18-55mm akan sangat membantu pengambilan video. Saat perekaman, stepper motor (STM) nya yang terletak di lensa memungkinkan transisi fokus yang halus. Tidak hanya itu, motor nya juga tanpa bunyi sehingga tidak akan mempengaruhi audio video yang dihasilkan.

Satu hal yang mengecewakan dari kamera EOS DSLR sebelumnya adalah ketiadaan fungsi untuk mem­-preview berbagai filter kreatif sebelum menerapkannya pada foto yang diambil. Untungnya, Canon mendengarkan kritikan ini dan menanamkannya pada EOS 100D yang menyajikan fungsi Live Preview melalui sistem model Live View. Seperti yang disebutkan sebelumnya, EOS 100D tidak membenamkan kemampuan Wi-Fi. Dengan semakin banyaknya perangkat ILC dan SLR yang menggunakan kemampuan ini membuat EOS 100D tertinggal satu langkah di belakang ketimbang kamera Canon lainnya, seperti PowerShot N dan 6D yang ada di kelas lebih tinggi. Tak ayal, ketiadaan fungsi ini akan mempersulit Anda untuk memindahkan data ke perangkat seperti smartphone dan tablet melalui jaringan tanpa kabel.

Canon EOS 100D

drochester11 | Canon EOS 100D | EF50mm f/1.8 STM | Taken on December 31, 2015

Untuk daya tahan baterainya, Canon EOS 100D mampu mengambil 350 gambar menggunakan optical viewfinder dan 150 gambar menggunakan live View. Hal ini jauh lebih kurang ketimbang SLR lain yang ada dalam jajaran yang sama, sebut saja 1100D yang mampu mengambil 750 gambar saat menggunakan viewfinder.

[nextpage title=”Image Quality”]

Bukan hal yang mengejutkan saat EOS 100D menghasilkan gambar yang konsisten dengan produksi gambar 700D dan 650D karena ketiganya menggunakan sensor yang sama. Dalam pengaturan default, kamera ini menghasilkan JPEG yang punchy dengan bawaan warna yang serta kontrol noise yang baik dalam level ISO yang rendah. Saat menyetel sensitifitas ISO yang lebih tinggi, EOS 100D melakukan pekerjaan yang baik dengan meminimalisir noise yang dihasilkan. Sensitifitas tertingginya adalah ISO 1600 di mana noise nya masih dikendalikan dengan baik bahkan dalam resolusi yang penuh — jika lebih tinggi, perubahan warna akan terjadi. Performa ISO nya memang menjadi area lain yang ditangguhkan oleh EOS 100D. Noise akan menghilang secara penuh saat Anda menggunakan ISO antara 100 dan 800.

EOS 100D juga tetap menjaga level yang sama saat memproduksi data berjenis RAW. Detail dalam area bayangan ditingkatkan dengan baik, sedangkan detail utamanya kebanyakan secara otomatis sudah diperbaiki kecuali jika Anda mengambil gambar dengan kasus overexposure. Saat menggunakan mode pencahayaan otomatis, EOS 100D menunjukkan jumlah overexposure yang sedikit melalui mode pengukuran evaluatif. Sistem pengukuran SPC 63-zone ini bisa Anda percayai untuk mendapatkan pencahayaan yang akurat di berbagai kondisi.

Canon EOS 100D

Andres Zapata | Canon EOS REBEL SL1 | EF-S15-85mm f/3.5-5.6 IS USM | Taken on December 25, 2015

Sementara itu, jika Anda mencari cara untuk meningkatkan detail area bayangan atau highlight, maka Anda bisa menggunakan pengaturan ‘Auto Lighting Optimiser’ yang tersedia dalam tiga tipe berbeda, yakni low, standard or high. Sensor kamera beresolusi 18MP nya menangkap gambar yang impresif yang penuh dengan detail. Untuk menghasilkan gambar dengan detail yang lebih tinggi, kami menyarankan Anda untuk mengambil gambar dengan format Raw, atau Raw dan JPEG.




Leave a Reply

Your email address will not be published.