Action Cam ini Paling Jago diajak Berenang tanpa Embel-Embel!

398

Action cam telah menjadi daya pikat tersendiri bagi para pecinta adventure. Mobilitas dan ukuran mungil yang tak memakan tempat adalah kunci utama dari salah satu jenis gadget masa kini tersebut. Guna meramaikan pasar action cam di Indonesia, Panasonic menghadirkan sebuah produk yang menerobos bentuk action cam pada umumnya, yakni HX-A1. Dengan penawaran mampu mendampingi berbagai aktifitas ekstrim, action cam milik Panasonic ini telah memancing adrenalin kami untuk berpetualang dengannya.

Design and Features

Perkenalan diri yang dilakukan HX-A1 bisa dibilang cukup terlambat. Bagaimana tidak? disaat pasar telah digembirakan oleh kehadiran produk action cam murah, Panasonic baru memperkenalkan produknya tersebut pada 9 Juli 2015. Walaupun demikian, bentuk yang diadopsi telah menutupi keterlambatannya.
Dengan bermodelkan silinder hands-free, HX A1 telah merubah mindset akan bentuk sebuah action cam. Layaknya sebuah senter kecil, itulah penilaian kami saat pertama kali melihatnya. Bentuk yang dimilikinya membuat cukup nyaman untuk digenggam. Tidak perlu kelelahan hanya menggunakan 3 buah jari saat memegangnya dengan tangan, Anda bisa mengenggam HX-A1 dengan cara mengepalnya.

Pada bagian tengah, bisa ditemui 3 buah tombol yang berjejer, tombol power, tombol shutter, tombol mode, dan tombol power, juga 3 buah lubang sebagai microphone pada bagian atas. Bagi kami, penempatan tombol ini semakin memperkuat cita rasa sebuah senter di HX-A1. Tidak buruk memang, tapi kami sangat berharap jika tombol shutter ditempatkan pada bagian bokong action cam ini, maka akan semakin terasa seperti senter kecil, Its cool, dude!

Lensa yang hadir telah mengadopsi style plug & play, sehingga Anda cukup memutarnya untuk berganti dari lensa normal ke lensa night mode, yang juga dihadirkan dalam paket penjualan HX-A1. Anda akan menemukan tombol reset (tentu berukuran kecil), slot microSD (hingga 128GB), dan micro USB port pada bagian belakang action cam ini, setelah melepas penutupnya. Saat Anda mencoba untuk melepas lensa dan tutup belakang HX-A1, akan terasa jika karet telah menutupnya dengan rapat. Kami sedikit ragu saat pihak Panasonic mengatakan, “anda bisa langsung mencobanya di air, tidak ada casing/body tambahan.” Namun, saat karet tersebut telah kami rasakan kebaradaannya, keraguan kami pun hilang. Kami pun membawa HX-A1 kekedalaman maksimalnya, yakni 1,5 meter.

WiFi built-in, merupakan tawaran kemampuan dari HX-A1 ini. Untuk mengaktifkannya, Anda cukup menekan tombol mode selama 5 detik, setelah action cam ini sudah dalam keadaan menyala. Aplikasi untuk mengakses kamera ini melalui device Anda telah tersedia di iOS dan Android, dengan nama Image App, yang diluncurkan sendiri oleh Panasonic. Setelah aplikasi tersebut diunduh, Anda hanya perlu menghubungkan device Anda ke HX-A1 pada pengaturan WiFi. Cukup memakan waktu saat device dihubungkan ke kamera, dan langsung terputus disaat Anda menutup aplikasi tersebut. Jika telah terhubung, device Anda akan menjadi layar dari HX-A1. Anda juga dapat mengakses hasil foto, namun jangan berharap dapat mengakses video melalui perangkat Anda, hingga saat ini kami belum berhasil menonton video yang diambil kamera ini melalui smartphone.

Disaat action cam lain menawarkan keseluruhan pixel yang cukup besar, HX-A1 hanya memiliki 2,87 MP pada motion image, dan 2,66 MP pada still image, dengan keseluruhan resolusi piksel 3,54 (16:9) 1920×1080/30p. Lensa yang dimilikinya adalah hasil ciptaan Panasonic, yang berspesifikasi f2,8. Dengan spesifikasi keseluruhan dari HX-A1, kami dapat merekam gambar berformatkan MPEG-4, dengan 2 pilihan mode, yakni normal mode dan slow motion mode.

Performance & Quality
Walau memiliki resolusi yang rendah, selain bentuk selain bentuk silindernya, hasil gambar dari HX-A1 juga telah miningkatkan nilai posistif kamera tersebut. Tingkatan cahaya yang baik memang masih menjadi pengaruh utama dalam gambar yang dihasilkannya. Namun, ini tak mengecewakan disaat Anda membutuhkan sebuah kamera yang mampu mengabadikan momen main air bersama rekan-rekan.

Kehadiran lensa night mode juga cukup mengabadikan gambar disaat Anda menjelajahi malam. Walau tidak tegas, namun tekstur dari objek yang diabadikan ke foto, kami rasakan telah membayar keinginan kami untuk berpetualang di malam hari. Tapi ingat, Anda membutuhkan sebuah senter, tidak perlu besar. Night mode lensa juga menjadikan foto dimalam hari terabadikan tanpa adanya noise yang mengganggu.

Merekam gambar mode normal dengan HX-A1 cukup baik. Saat kami mencicipi mode slow motion, video berjalan dengan tingkat dramatisir yang membuat kami senang. Ini membuat kami berantusias untuk terus membuat video slow motion, walau penangkapan suaranya kurang baik. Anda akan membutuhkan perangkat tambahan untuk menangkap suara dengan hasil yang memuaskan. Anda akan menadapatkan hasil gambar sekitar 30-60 fps di normal mode dan 30 fps di slow motion mode.

Conclusion

Sebuah Action Cam tak melulu berbentuk kotak, dengan HX-A1, Panasonic memperkenalkan sebuah bentuk baru yang tak membosankan, malah terkesan 007. Anda dapat menempatkannya di berbagai aksesoris perlengkapan advanture Anda. Bentuk minimalis silinder HX-A1 mempermudah Anda dalam penempatannya. Walau kemampuan yang dimilikinya tak sehebat action cam lain, namun ingatlah, Anda tak memerlukan body/casing tambahan untuk membawanya menjelajahi air.

Verdict

Pro:
– Harga terjangkau
– Kemampuan waterproof tanpa casing/body tambahan
– Penawaran bentuk yang berbeda dibanding action cam lainnya

Con:
– Resolusi piksel rendah
– Fitur WiFi yang seringkali terputus
– Delay capture sangat terasa




Leave a Reply

Your email address will not be published.