5 Hal Penting Bagi Vlogger Agar Sukses Menjaring Penggemar Setia

51

Bersama dengan tren influencer dan social media celebrity, vlogging semakin diminati bukan hanya di ibukota, namun di berbagai daerah di Indonesia. Profil seperti Beby Tsabina, Raditya Dika, dan Hanggini bukan hanya sukses di bidang seni peran atau tarik suara, namun juga memiliki banyak penggemar di YouTube dan Instagram.

Berdasarkan data Google Indonesia pada tahun 2017, ada 50 juta orang di seluruh Indonesia yang terus kembali ke YouTube setiap bulannya. Untuk dapat menarik perhatian, memulai vlogging saja tidak cukup, namun juga harus strategis dengan konten kreatif dan inspiratif. Selain menonjolkan keunikan diri, coba aplikasikan beberapa karakter yang penting dimiliki untuk membangun portofolio vlogging yang menarik.

Mira Agile

  1. Konsisten dan Paham Tren Terbaru

Seorang vlogger sukses umumnya memiliki jadwal yang teratur untuk konten video yang mereka buat. Mereka senantiasa konsisten dalam menyusun waktu untuk mencari ide, merekam video, meng-edit, lalu meng-upload-nya ke akun YouTube mereka. Hal ini lah yang membuat fans dan followers terus setia untuk mengikuti konten-konten terbaru mereka karena tahu kapan jadwal rutin munculnya video terbaru. Cari tahu mengenai materi baru yang seru dan sedang tren, atau lihat topik yang kini menjadi perhatian para fans dan follower untuk membuat vlog tetap menarik. Cobalah manfaatkan insight digital seperti perilaku pengguna internet di Indonesia, kebiasaan pengguna, kata kunci apa yang dicari, serta media sosial yang paling diandalkan bagi mereka untuk mencari konten. Dengan kemampuan smartphone yangbisa digunakan pada berbagai aktivitas, termasuk streaming video, pastikan konten vlog juga mobile friendly bagi fans dan penonton.

  1. Selalu Libatkan Partisipasi Penonton

Pembeli adalah raja. Ungkapan tersebut sama halnya seperti opini dan feedback penonton yang penting untuk didengarkan bagi para vlogger. Para vlogger yang sukses seperti beauty vlogger Patrick Starrr dan Jeffree Star seringkali menanyakan feedback para fans dan penonton mereka mengenai ide kolaborasi atau tema yang menarik untuk diangkat pada vlog selanjutnya. Inisiasi seperti ini bukan hanya membuatfans dan penonton merasa dilibatkan, namun juga menjadi bagian dari strategi user generated content yang membuka kesempatan si vlogger menjadi makin viral di media sosial.

Komunikasi yang kuat dengan para fans dan penonton juga menjadi kunci penting jika si vlogger ingin memiliki rencana untuk membangun komunitasnya sendiri. Biarkan mereka memberikan lebih banyak masukan untuk mendapatkan angle konten yang lebih kreatif. Dengan ini, vlogger dapat belajar untuk lebih terbuka dengan segala kritik dan saran sebagai bagian dari proses untuk mengembangkan diri danmembangun mentalitas yang perlu dimiliki untuk tetap bertahan.

Dindra Nashriyah Putri

  1. Konten Apik dengan Perangkat yang Mendukung

Saat ingin memulai vlogging, banyak yang ragu karena tidak memiliki perangkat seperti kamera digital atau video recorder untuk merekam konten vlog. Padahal, beberapa vlogger ternama pun tidak sungkan dalam menggunakan smartphone untuk merekam konten videonya selama hasilnya masih berkualitas baik.

Faktor utama yang membuat si vlogger stand-out” adalah konten seperti apa yang dibagikan kepada penonton. Misalnya, ketika beauty vlogger membuat review mengenai suatu merek make-up, dia hanya melakukan testing untuk kulit wajahnya. Satu vlogger lain memiliki ide untuk melakukan test product dengan teman-temannya yang memiliki beragam jenis dan warna kulit berbeda-beda, kontennya pun semakin kaya dan menjawab rasa ingin tahu penonton yang memiliki bergam kondisi dan warna kulit.

Ada kalanya, materi vlog yang seru didapatkan saat sedang liburan, hang out, atau berpetualang di alam. Di saat-saat seperti ini, ukuran perangkat yang dibawa perlu diperhatikan agar lebih praktis namun tetap mampu merekam video yang berkualitas. Jangan lewatkan momen seperti ini dan tetap vlogging dengan smartphone.

Smartphone seperti Vivo V7 dapat merekam video hingga 1080P atau berkualitas setara HD video. Kamera yang jernih 24MP juga membuat video tetap jernih di berbagai kondisi cahaya dan didukung dengan layar penuh untuk tampilan preview video yang lebih maksimal saat perlu melakukan editing langsung menggunakan aplikasi atau ketika menonton ulang video.

  1. Menggunakan Media Sosial secara Efektif

Seorang vlogger yang memiliki jiwa konten kreator sejati pasti mampu berkreasi di lintas platform, tidak hanya YouTube saja. Ini karena kreativitas tersebut bisa mereka sampaikan dalam berbagai bentuk. Media sosial juga bisa menjadi aset untuk mendukung konten vlog mereka, misalnya dengan guyonan di Twitter, video pendek kreatif di Instagram, dan penjelasan detil di Blog.

Vlogger harus memahami bagaimana penggunaan media sosial begitu kuat untuk mempromosikan video yang telah mereka buat. Bayangkan saja, jika mereka membagikan link video terbaru di Twitter, tanpa tersadar, video itu sudah banyak di retweet oleh ratusan orang hanya dalam waktu beberapa menit saja dan menjadi viral sehingga penonton videonya otomatis juga akan terus bertambah.

Nabila Gardena

  1. Jalin Networking dengan Sesama Vlogger

      Bisa bayangkan ketika dua vlogger melakukan sesi bersama? Bukan hanya menggabungkan para fans dan penonton kedua vlogger dalam satu waktu, momen kolaborasi seperti ini biasanya sangat ditunggu dan menarik bagi penonton. Para beauty vlogger internasional biasanya berkolaborasi untuk saling berbagi tips make-up mereka sekaligus melakukan beauty session bersama.

Photography Vlogger juga dapat saling berbagi wawasan mengenai teknik fotografi, tempat menarik yang pernah mereka kunjungi, dan spot foto favorit sesuai perspektif mereka masing-masing. Guna menambah lebih banyak angle serta mendorong lebih banyak engagement, vlogger harus saling mendukung untuk dapat sukses bersama.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.