xDedic

459 Server di Indonesia Diperjualbelikan Hacker di Pasar Gelap xDedic

77

Para peneliti Kaspersky Lab melakukan penyelidikan terhadap sebuah forum global di mana penjahat siber dapat membeli dan menjual akses ke server yang telah diretas dan mereka perjualbelikan mulai dari harga termurah US$ 6. Forum ini bernama Pasar xDedic, tampaknya dijalankan oleh sekelompok orang yang menggunakan bahasa Rusia, memiliki sebanyak 70.624 Remote Desktop Protocol (RDP) server yang telah diretas dan siap untuk diperjualbelikan.

Kebanyakan dari server ini berfungsi sebagai host atau menyediakan akses ke situs dan layanan konsumen populer dan beberapa bahkan memiliki perangkat lunak yang di instal sehingga dapat melakukan direct mail, akuntansi keuangan dan pengelolaan Point-of-Sale (POS). Akses ke server yang telah diretas digunakan untuk menargetkan para pemilik infrastruktur atau sebagai launch-pad untuk serangan yang lebih luas, yang menakutkan adalah para pemilik; termasuk lembaga pemerintahan, perusahaan dan universitas, hanya sedikit sekali mengetahui atau bahkan tidak tahu sama sekali tentang hal ini.

xDedic adalah contoh kuat dari jenis baru pasar bagi penjahat siber: terorganisir dengan baik, didukung serta menawarkan semua orang baik itu penjahat siber tingkat pemula hingga ke kelompok hacker APT akses mudah, cepat dan murah ke infrastruktur organisasi yang resmi dan juga membuat aksi kejahatan mereka tetap berada di bawah radar pihak berwajib selama mungkin.

Sebuah penyedia layanan internet di Eropa (ISP) memberikan informasi kepada Kaspersky Lab mengenai keberadaan xDedic dan kedua perusahaan bekerja sama untuk menyelidiki bagaimana forum ini beroperasi. Prosesnya cukup sederhana dan menyeluruh: hal pertama yang dilakukan adalah hacker akan membobol server, seringkali melalui serangan brute-force, dan membawa kredensial yang terdapat di dalam server tersebut ke xDedic. Server yang telah diretas kemudian diperiksa kembali mulai dari konfigurasi RDP, memori, perangkat lunak, riwayat browsing dan banyak lainnya – semua fitur yang “pelanggan” biasanya dapat telusuri sebelum mereka membeli. Setelah itu, kesemua fitur tersebut akan ditambahkan ke inventaris online yang terus berkembang dan meliputi akses ke:

  • Server milik jaringan pemerintah, perusahaan dan universitas
  • Server yang ditandai karena memiliki akses ke atau sebagai hosting website dan layanan tertentu, termasuk game, taruhan, kencan, belanja online, perbankan dan pembayaran online, jaringan telepon seluler, ISP dan browser
  • Server dengan pra-instal software yang bisa memfasilitasi serangan, termasuk software untuk direct mail, keuangan dan PoS
  • Kesemuanya didukung oleh berbagai peralatan hacking dan sistem informasi

Mulai dari harga paling murah sebesar US$ 6 per server, anggota forum xDedic dapat mengakses semua data server dan juga menggunakannya sebagai platform untuk serangan berbahaya selanjutnya. Adapun potensi aksi kejahatan siber ini diantaranya berupa serangan yang ditargetkan, malware, DDoS, phishing, serangan social-engineering dan adware.

Para pemilik yang sah dari server, seperti organisasi terkemuka termasuk jaringan pemerintah, perusahaan dan universitas seringkali tidak menyadari bahwa infrastruktur TI mereka telah disusupi. Selanjutnya, setelah serangan telah selesai dilakukan, para penyerang dapat menempatkan akses ke server cadangan untuk kembali dijual dan seluruh proses serangan dapat dimulai kembali.

Pasar xDedic tampaknya dibuka untuk bisnis bagi para penjahat siber sekitar tahun 2014, dan popularitasnya semakin bertumbuh secara signifikan sejak pertengahan 2015. Pada bulan Mei 2016, terdaftar 70.624 server dari 173 negara yang diperjualbelikan, diposting dalam 416 nama penjual yang berbeda-beda. 10 negara teratas yang terkena dampaknya adalah: Brazil, Cina, Rusia, India, Spanyol, Italia, Perancis, Australia, Afrika Selatan dan Malaysia. Indonesia menduduki peringkat ke-37, dengan 549 server dikompromikan terdaftar di xDedic pada Mei 2016.




Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.